Tampilkan postingan dengan label @LombaBlog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @LombaBlog. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Februari 2019

Percayalah, Bersama Jokowi Kita Wujudkan Keberlanjutan Pembangunan Nasional


Pembangunan Harus Dilanjutkan, Khususnya Pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia. sumber: detik

Siapa bilang pembangunan infrastruktur itu tidak penting? Fakta membuktikan bahwa dengan pembangunan infrastruktur jalan, bandara, bendungan, jembatan, pelabuhan kecil, pelabuhan besar, pembangkit listrik, serta saluran komunikasi. Sejarah membuktikan dengan adanya pembangunan infrastruktur maka sebuah negara akan mengalami kemajuan yang pesat.
Menyadari akan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai pondasi yang kuat untuk melangkah menjadi negara maju, maka Presiden RI, Jokowi dalam empat tahun terakhir semenjak menjabat melakukan pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok tanah air. Sesuai dengan program Nawa Cita, pemerintah membuktikan komitmen untuk mewujudkan pembangunan dari pinggiran dan desa.
Prioritas pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan daya saing nasional dan pemerataan hasil pembangunan, sekaligus untuk mengurangi disparitas antar wilayah, maka Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Basuki Hadimuljono mengatakan, terdapat lima kategori infrastruktur prioritas, yakni: energi, transportasi, sumber daya air, komunikasi, dan pemukiman.
Maka tidak terasa empat tahun sudah infrastruktur di genjot pembangunannya dan hasilnya? Sangat luar biasa! Kita harus mengakui pekerjaan luar biasa dari pemerintah untuk membangun konektivitas antara wilayah, antar daerah, antar desa sebagai penghubung nomor satu di Indonesia, sehingga kita lihat sekarang dari kota ke desa dan dari desa ke desa dapat terhubung dengan baik.
Dengan pembangunan konektivitas ini maka diharapkan akan terjadi kemudahan dan kelancaran mobilitas rakyata dalam bekerja dan berusaha. Pemerintah berpandangan selain untuk pemerataan distribusi barang/jasa, juga akan meningkatkan produktivitas masyarakat, daya saing, hingga percepatan sampainya hasil panen dan hasil bumi dari desa ke kota.
Dalam catatan yang saya himpun selama empat tahun kepemimpinan pak Jokowi, telah terbangun 3.432 kilometer jalan, 947 kilometer jalan tol, jembatan sepanjang 39,8 kilometer, dan jembatan gantung sebanyak 143 unit. 
Hasil Pembangunan Jokowi Periode I, Harus Lanjut Periode II Untuk Keberlanjutan Pembangunan
Jalur kereta api, termasuk jalur ganda dan reaktivitasi sepanjang 754.59 km’sp. Peningkatan dan rehabilitasi jalur kereta api sepanjang 413,6 km’sp, Light Rail Transit di Sumatera Selatan selesai dibangun. Pun di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Light Rail Transit Kereta api selesai di bangun, juga Mass Rapid Transit akan rampung tahun 2019 ini.
Ada sepuluh bandar udara baru (Miangas, Letung, Tebeliang, Maratua, Morowali, Namniwel, Weru dan Koroway Batu). Disamping itu revitalisasi dan pengembangan 408 bandara di daerah rawan bencana, terisolasi dan wilayah perbatasan, serta komitmen untuk penurunan disparitas harga lima bahan pokok untuk masyarakat daerah terpencil, tertinggal, dan daerah terluar yang belum terlayani moda transportasi adalah upaya pemerintah untuk mewujudkan sila ke-5, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lanjutkan Demi Keberlanjutan Pembangunan Indonesia Maju
Semua rakyat Indonesia sudah mulai merasakan dampak dari pembangunan konektivitas ini, kecuali bagi mereka yang tidak ingin adanya pembangunan infrastruktur menuju Indonesia bangkit dan maju.
Contoh sederhana manfaat infrastruktur jalan, jembatan, bendungan, tol, hingga telekomunikasi ini telah membuat waktu semakin efisien untuk digunakan. Misalnya, dengan adanya tol Trans Jawa dari Jakarta hingga Surabaya yang membuat jarak tempuh semakin sedikit, sehingga orang yang bekerja di Surabaya, tinggal di Jakarta tidak harus kos lagi di Surabaya. Mereka sudah bisa pulang – pergi, karena jarak tempuh hanya membutuhkan waktu 20 menit.
Artinya, dengan pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran akan sangat bermanfaat bagi rakyat Indonesia.

Minggu, 13 Januari 2019

Bangga Bercampur Optimis Seorang Narablog di Era Digital

Mencoba Peruntungan di awal tahun 2019 ini dengan mengikuti lomba blog yang diselenggarakan oleh Nodi Harahap. sumber:www.nodiharahap.com

Narablog, mungkin bagi sebahagian orang istilah ini masih kurang familiar atau kurang lazim digunakan, mengapa? Karena istilah narablog adalah padanan arti dari blogger atau pengeblog. Jika kita ketikkan istilah narablog di https://kbbi.kemdikbud.go.id/, maka akan muncul padanan kata pengeblog, artinya seseorang yang memiliki blog, menyunting isi blog tersebut secara berkala maupun tidak berkala, berbagi informasi ataupun konten multimedia di blognya.
Nah, jika ditanya apa beda Narablog dengan Blogger? Perbedaannya mungkin pada penggunaan bahasa, jadi narablog adalah bahasa Indonesi asli dari kata blogger (bahasa Inggris), sementara pengertiannya hampir sama, yaitu: orang yang memiliki, menulis, mengelola blog-nya untuk dibagikan ke khayalak ramai sebagai informasi penting dari si pembuat atau penulis blog tersebut.
“Apa kriteria untuk menjadi seorang narablog? Susah nga menjadi seorang narablog?”, pertanyaan ini sering muncul dari siswa-siswi saya saat pelajaran TIK berlangsung atau ketika mereka tau bahwa saya sering menulis di blog pribadi yang saya kelola, maupun menulis di blog keroyokan semisal, di Kompasiana dan Seword.
Bangga Menjadi Narablog
Sebelum saya menjawab pertanyaan siswa ataupun siswi tersebut, saya selalu bercerita bahwa menjadi narablog itu bukanlah pekerjaan segampang membalikkan tangan kita ini, butuh proses, waktu, kesabaran, kegigihan dan pantang menyerah, selalu belajar untuk membuat tulisan yang kreatif, inovatif dan menarik pembaca dunia maya.
Selain itu, topik yang menarik harus tetap kita sajikan agar tulisan kita diminati, belajar menulis yang baik agar tulisan kita renyah, enak dibaca dan mudah di cerna oleh pembaca.
Saya selalu katakan, “Menjadi narablog itu, ibarat seperti membangun rumah, harus mampu membuat rumah yang baik, nyaman, desain rumah yang menarik, nyaman, dan dibangun dengan pondasi yang kuat, sehingga orang yang datang akan betah dan enjoy ketika mengunjungi rumah kita!”.
Nah, pengalaman saya menjadi narablog seperti itu juga, pertama kali terjun ke dunia blog sekitar sepuluh tahun yang lalu, www.blogger.com, media blogger yang lagi booming kala itu, sedikit memaksa saya untuk harus memiliki blog, dengan sekedar hanya sebagai contoh bahan atau materi pelajaran kepada peserta didik yang akan belajar tentang blog.
Akan tetapi, lama kelamaan, ternyata itulah awal jalan saya untuk aktif mengelola dan memposting tulisan di blog. Nah, kebetulan juga saya dikenalkan oleh seorang sahabat dengan blog keroyokan bernama www.kompasiana.com, blog menampung tulisan media warga (citizen media) dengan menyediakan berbagai konten yang memudahkan pengirim berita – lazim disebut Kompasianer – mengirimkan artikelnya, juga bagi pembaca dalam memilah konten apa yang akan dibacanya.
Jadilah saya belajar lebih lagi dalam menulis artikel yang saya sukai menjadi lebih menarik dan disukai pembaca nantinya, juga mengelola blog yang saya buatkan di www.blogger.com. Tetapi seiring waktu, saya sering gonta-ganti blog, hingga akhirnya saya berlabuh dan menetapkan akan terus menggunakan blog bernama : http://pbmagoes.blogspot.com/.
Seiring waktu, saya mencoba mengisi blog saya dengan artikel tentang pendidikan, informasi tentang komputer, tips dan trik, travelling, cara mengolah masakan khas daerah, kebudayaan daerah, hingga mencoba peruntungan dengan mengikuti lomba-lomba blog. Walau blog yang saya suguhkan masih tergolong sederhana, tapi saya bangga menjadi narablog dengan artikel yang saya suguhkan.
Juara Blog Competition Kuliner Nusantara
Ternyata seiring waktu juga apa yang saya suguhkan di blog http://pbmagoes.blogspot.com/ mampu memberikan manfaat dan mampu menggugah hati para juri ketika saya menyertakan link blog saya di lomba-lomba blog. Di tahun 2018 tercatat saya dua kali mendapat penghargaan karena menang dalam lomba blog.
Pertama, awal tahun 2018, dimana ketika itu saya mendapat predikat juara I lomba menulis bertemakan #JadiKangenIbu, kompetisi berbagi cerita dan foto kuliner yang bikin kita jadi kangen ibu. Tulisan saya berjudul “Masakan Khas Manuk na Pinadar dan Nasi‘Pollong’ ini Buat Aku Kangen Ibu” mendapat apresiasi dari Juri, saya mendapat hadiah Rp. 2.500.000 + produk sponsor. 
Juara I Lomba Menulis #JadiKangenIbu dengan Masakan Khas Batak sumber: dokpri
Senang sekali, kemampuan saya merangkai bumbu-bumbu masakan khas ibu, plus dengan kalimat mengapa saya kangen dengan ibu jika merasakan masakan khas Batak ini telah memberikan hasil terbaik di awal tahun 2018.
Prestasi ini melecut diri saya untuk terus belajar menulis. Saya tidak puas dengan hasil tersebut, malah makin bersemangat untuk kembali mengikuti lomba menulis dengan tema, “Berbagi Nikmatnya Ragam Kuliner Nusantara” yang diadakan oleh Liputan6.com bersama Pertamina, dimana kita diajak untuk menuliskan treveling seru dan paling berkesan di blog pribadi.
Dan saya akhirnya terpilih menjadi salah satu pemenang dengan judul tulisan di blog, Nikmatnya Kuliner Nasi Kuning Berpadu Manuk Na Pinadar, SenikmatPemandangan Danau Toba yang berhasil mendapatkan total hadiah Rp 1.500.000.
Berkat di tahun 2018 semakin terasa ketika tulisanku berjudul PagarKawat Berduri, Film Sarat Sejarah Murni Hasil Restorasi Anak Bangsa, tulisan yang mengulas film nasional yang diproduksi tahun 1961 oleh Kedjora dan disutradari oleh Asrul Sani, mengisahkan tentang perjuangan para pejuang-pejuang Republik Indonesia di kamp Belanda sebelum kemerdekaan. Tulisannya bisa di lihat disini!

Minggu, 04 November 2018

Hidup Sehat Anak Ditentukan Pola Asuh 1000 Hari Pertamanya

1000 Hari Pertama Ananda, Sumber Inspirasi Untuk Mendidik Anak

 “Anakku adalah Sumber Kekayaan Terbesar Bagiku!”, kalimat ini menjadi sumber inspirasi turun-temurun yang menjadi dasar bagi keluarga untuk mengasuh, mendidik, dan membimbing anaknya hingga menjadi orang yang berhasil kelak nantinya.
Filosofi mendidik anak sangat kental dirasakan, khususnya bagi orangtua, anak adalah sumber segalanya. Rasanya keluarga tidak akan lengkap tanpa kehadiran anak, oleh karena itu ketika anak hadir ditengah-tengah keluarga, maka orangtua harus mampu melaksanakan tugas-tugas pokoknya, yaitu memenuhi kebutuhan anak.
Secara umum diketahui bahwa dalam perkembangannya, anak perlu dipenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan primer, pangan, sandang, rumah yang layak, kasih sayang, perhatian, penghargaan terhadap dirinya ,dan peluang mengaktualisasikan dirinya.
Anak Adalah Masa Depan OrangTua, Didikan dan Pola Asuh Penentu Masa Depan Anak
 Serta yang paling penting diatas semuanya itu adalah pola asuh. Ya, pola asuh terhadap anak akan sangat menentukan masa depan anak dalam tumbuh kembang mereka, sebab dengan pola asuh anak yang baik dipraktekkan oleh orangtua akan menjadikan anak-anak Indonesia yang dikenal dengan Generasi Millenial’s ini bakal mampu menggapai cita-cita mereka serta menghasilkan Generasi Indonesia sehat, cerdas, dan inovatif.
Pola Asuh Anak, Kunci Sukses Tumbuh Kembang Mereka
Sudah saatnya orangtua berperan penting, saling bersinergi antara ibu dan ayah untuk sama-sama mendidik anak, mengasuhnya, serta memberikan yang terbaik buat anak, lewat perbuatan dan nasehat. Pola asuh anak di #1000HariTerbaik anak merupakan bagian terpenting mendidik anak agar terhindar dari masalah stunting, masalah kurang gizi, hingga masalah ketertinggalan mental anak.
Ketika saya mengetahui isteri saya mengandung anak pertama kami, saya sangat bahagia, sangat senang, sangat bersyukur dan semua rasa bangga itu tidak dapat tergambarkan dengan kata-kata. Maka yang saya lakukan adalah menjaga masa kehamilan isteri saya. Saya ikut berperan untuk mengasuh mereka sejak dari kandungan, sebab anak terbaik muncul dari pola asuh kita terhadap bayi sejak dari kandungan.
Anak-Anakku Adalah Kekayaan Terbesar Dalam Hidup, Maka Asuh Mereka Dengan Baik
 Selama kurang lebih 270 hari fase kehamilan anakku, aku banyak berinteraksi dengan dia walau dalam kandungan ibunya. Berkomunikasi hal sangat penting dilakukan selama dalam kandungan. Saya selalu mengelus perut ibunya, mengajak berbicara, misalnya, “Jangan suka rewel ya nak!” atau “Baik-baik ya, jangan buat mama selalu mual!”, atau kata-kata lainnya.
Mendengarkan anak mendengar musik juga salah satu cara terbaik untuk mengasuh anak mulai dari kandungan, sehingga anak suka seni, musik, dan hal-hal yang positif. Disamping itu tentunya memberikan makanan-makanan bergizi sedari kandungan hal yang sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak nantinya.
Disaat akan melahirkan, yaitu bulan ke delapan atau kesembilan, sering mengajak isteri untuk cek kandungan dan kesehatan adalah hal utama yang saya lakukan. Menjadi Bapak yang SIAGA (Siap – Antar – Jaga) harus benar-benar dipraktekkan, bahkan lebih dari itu, saat persalinan anak pertama saya, saya ikut langsung di dalamnya. Mulai dari malam itu, ketika dia merasakan mual-mual, saya langsung mengantarkannya ke Rumah Sakit tempat persalinan isteri.

Kamis, 06 September 2018

Pengalaman Explore Budaya Indonesia, Dari Danau Toba, Pantai Losari, Puncak Bogor, Borobudur, Hingga Tebing Breksi

Negeri Indah Kepingan Surga, Negeri yang sangat sarat dengan keindahan alam yg harus dikunjungi


Pernahkah anda mendengar jargon “Negeri Indah Kepingan Surga”? ya, jargon itu disematkan untuk melukiskan bagaimana indahnya Danau Toba, danau hasil letusan gunung berapi ratusan tahun yang lalu. Danau tekto-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer, lebar 30 kilometer membentang luas, sehingga layak mendapatkan predikat danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Terletak di Provinsi Sumatera Utara telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi menjadi Destinasi Wisata dengan keindahan, kekayaan alam, hingga Wisata Kuliner yang tidak diragukan lagi untuk mendatangkan devisa dari pengunjung lokal maupun mancanegara.
Selain Destinasi Wisata yang membuat kita berdecak kagum akan keindahan danau terbesar kedua di dunia setelah Danau Victoria, Afrika Selatan ini, pastinya juga kita akan disuguhkan dengan aneka ragam Wisata Kuliner yang bakal membuat lidah bergetar dan tidak bosan alias pengen lagi dan lagi untuk singgah dan menyantapnya.
Disamping kuliner-kuliner rasa khas dengan bumbu andaliman yang sudah kesohor itu, iklim tropis basah dengan suhu berkisar antara 170C – 290C dan rata-rata kelembaban udara 85.04%, membuat daerah kawasan sekitar Danau Toba dikenal daerah hujan, bahkan mengakibatkan cuaca tidak menentu.
Saya sebagai penghuni lokal dari masyarakat bermukim di sekitar Danau Toba sering merasakan bagaimana tidak menentunya cuaca di sekitaran kami, kadang hujan satu harian penuh, terkadang panas menyengat, belum lagi topografinya yang berbukit dan bergelombang sehingga saat perjalanan dari Medan ke Danau Toba lewat jalur darat sering membuat para pengunjung baik lokal maupun mancanegara sering mengalami pusing, mual, sakit kepala, hingga demam dan bersin-bersin.
Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, maka sering disarankan untuk menyediakan dan minum obat Mixagrip demi menyehatkan badan kita maupun anggota keluarga lainnya saat beraktifitas dan saat berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di sekitar Danau Toba.
Contoh sederhana, ketika perjalanan dari Medan menuju Pulau Samosir, tempat kampung mertua, dimana perjalanan darat cukup melelahkan naik bus atau mobil pribadi. Belum lagi pergantian cuaca, dari cuaca panas ala kota Medan akan berganti ke cuaca dingin menyengat di malam hari maupun di pagi hari ala pulau Samosir yang terkenal cuaca dinginnya itu.
Maka terkadang, pergantian cuaca ini mengakibatkan tubuh kita, terutama anak-anak sering mengalami gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Maka pilihan keluarga kami pastinya Mixagrip, kenapa?
Karena: (1) Mixagrip mengandung paracetamol (obat yang memiliki aktivitas seperti analgetik – pereda rasa nyeri dan antipiretik – penurun demam). (2) Mampu menurunkan demam dan batuk secepatnya serta sudah cocok dengan keluarga. 

Makassar Juga Punya Keindahan alam dan BUdaya yang tidak bisa dilewatkan untuk dikunjungi
Sehingga aktifitas keluarga tidak terganggu dengan secepatnya mengkonsumsi Mixagrip, obat sehat keluarga. Tentunya sesuai dengan dosis dan takaran sewajarnya.

Jumat, 22 Desember 2017

Berharap DUMET School Membuka Cabang Tempat Kursus Website Terbaik 2018 di Seluruh Kota Besar di Indonesia



DUMET School, Tempat Kursus Membuat Website Terbaik 2018
Polling yang saya lakukan terhadap setiap siswa kelas XII (Dua belas) di SMAN 13 Medan, adalah “Kemana setelah tamat SMA? Apa bekal Anda ketika Anda terjun di masyarakat atau ketika terjun ke dunia kerja? Apakah Anda sudah siap Bekerja, Kuliah atau jadi Wirausahawan?”. Karena setelah tamat SMA, maka hanya tiga kemungkinan besar yang akan jadi pilihan selanjutnya. Pertama, tentunya Kuliah. Nah, kalau kuliahpun tentunya di swasta atau negeri atau kedinasan? Kalau Anda tidak kuliah, tentunya kerja atau jadi pengangguran?
Pilihan memang selalu sulit setelah tamat SMA, karena jikapun mengambil kuliah di negeri, harus bersaing dengan teman seusia, kalau swasta? Pasti pilih jurusan yang gampang buat cari kerja, jikapun harus bekerja? Pilihan pekerjaan apa yang mampu dilakukan oleh tamatan SMA? Ini selalu menjadi dilemma ketika anak-anak generasi bangsa ini telah menamatkan pendidikan hingga jenjang SMA/SMK.
Tanpa dibekali self-skill, memang sangat sulit untuk terjun ke dunia kerja, apalagi sekarang kita sudah masuk ke era digital, eranya teknologi! Siapa yang tidak bisa ikuti perkembangan zaman? Maka ia akan tertinggal, begitulah kata para pakar IT. Oleh karena itu, ketika masuk pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), maka saya selalu menekankan kepada siswa kelas dua belas agar mau menyisihkan waktunya untuk belajar IT, untuk mengasah kemampuan autodidak akan beberapa aplikasi-aplikasi penting dalam menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan IT.
Contohnya, pelajaran TIK di kelas dua belas adalah bagaimana menggunakan aplikasi-aplikasi yang disediakan untuk membuat desain grafis, misalnya penggunaan tool-tool pada aplikasi Corel Draw untuk mengolah grafis berbasis Vektor dan Adobe Photoshop untuk mengolah aplikasi berbasis Bitmap sebagai dasar untuk menghasilkan karya yang lebih kreatif bernama website. Dengan menguasai dasar Desain Grafis, maka untuk mengolah gambar-gambar yang akan digunakan untuk membuat sebuah website lebih gampang.
Kursus DUMET School
Polling yang saya lakukan lagi adalah “Siapa yang mau kuliah ambil jurusan Desain Grafis?” karena salah satu bagian dari Desain Grafis itu adalah membuat Website. Ini sangat penting, sehingga siswa kelas dua belas yang berminat untuk melanjutkan kuliah di bidang IT maupun terjun ke dunia kerja, memiliki dasar yang kuat sehingga tidak canggung lagi ketika berhadapan dengan pekerjaan berbau IT.
Ternyata sangat banyak siswa yang berminat untuk kuliah ambil jurusan Komputer, Desain Grafis atau IT. Dan tidak sedikit tertarik untuk belajar membuat website sederhana maupun yang sudah professional. Bagaimana caranya?
Salah satu cara yang saya temukan, belajar di DUMETSchool, tempat kursus Website zaman now.

Minggu, 10 Desember 2017

Kopi Kapal Api, Teman Setia Saat Bersantai Maupun Saat Melakukan Rutinitas



Kopi Kapal Api, Teman Setia Dikala Butuh Suasana Pencerah

Kopi, memiliki filosofi hidup yang sangat dalam maknanya apabila kita resapi saat menyeruput kopi. Rasa pahit merupakan simbol dari perjuangan hidup, kegigihan menghadapi tantangan hidup hingga akhirnya berbuah manis, itulah intisari dari filosifi kopi. Dibalik harumnya aroma kopi, tersimpan rasa pahit yang sangat mendalam, tetapi hal itu bukan masalah karena kopi menyimpan sejuta kenikmatan yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan kita.
Kopi, ntah bagaimana ceritanya, menjadi komoditas produk yang paling digemari. Berburu biji kopi-pun dilakukan sampai ke ujung dunia oleh para peneliti-peneliti kopi demi mendapatkan biji kopi unggulan dengan cita rasa berbeda dan kualitas terunggul untuk diteliti dan diolah hingga menlahirkan kopi nikmat yang memanjakan para penikmat kopi.
Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu penghasil kopi kualitas terbaik dunia sejak era penjajahan hingga sekarang. Bersaing dengan Brazil dan Vietnam, kualitas biji kopi bawaan VOC dan ditanam dengan cara tanam paksa (cultuurstelsel) ternyata memang terbaik karena faktor tanah dan cuaca. Struktur tanah di Indonesia yang subur dan juga daerah sub-tropis menjadikan tanaman Kopi menjadi tanaman favorit di hampir seluruh daerah Nusantara, semisal di Sumatera Utara, Aceh, Sulawesi, Jawa, Bali, Flores hingga Papua adalah penghasil kopi terbaik Tanah Air.
Kopi Kapal Api
Namun, cita rasa kopi dari berbagai daerah Tanah Air penghasil kopi tidaklah sama, seperti Kopi Sidikalang, Kopi Gayo (Aceh), Mandheling, Lintong serta kopi dari Jawa (Java), Toraja atau Gowa serta kopi dari Bali atau Papua tidaklah sama aroma dan rasanya. Oleh karena itu, maka para penjelajah dan peneliti Kopi-pun berlomba-lomba melakukan survey dan penelitian terhadap kualitas dan keunggulan Kopi Indonesia. Para peneliti kopi biasanya langsung kepicut dengan cita rasa aroma saat biji kopi tersebut digongseng, baik itu kopi arabika maupun robusta.
Tidak terkecuali bagi seorang almarhum Go Soe Loet, yang bakal dikenal sebagai pendiri Kopi Kapal Api. Beliau adalah pelaut yang singgah dan menetap di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Melihat geliat industri kopi yang bakal memiliki prospek cerah, maka beliau mendirikan pabrik kopi bernama “Kopi BubukHap Hoo Tjan” tahun 1927 bersama dengan saudaranya Go Bie Tjong dan Go Soe Bin. Pabrik penggorengan kopi tersebut dijual dengan menggunakan sepeda keliling kampung disekitar Pelabuhan Perak untuk melayani para pelaut dan pedagang yang singgah. Usaha ini berkembang dan berkembang sehingga anaknya, Soedomo mencetuskan ide untuk membuat ‘kapal api’ jadi logo dari produksi kopi mereka.
Kopi Kapal APi, Jelas Lebih Enak dan Jelas Mampu Memberikan Semangat dan Inspirasi
Karena kualitas yang dijaga, maka kopi gongseng ini makin diminati sehingga perusahaan kecil tersebut berkembang menjadi pesat dan kopi bubuk ini laris manis berkat kerja keras para karyawan sekitar 1.500 orang dan manajemen perusahaan ala keluarga Go Soe Loet. Namun, mereka pecah kongsi dan Hap Hoo Tjan bangkrut tahun 1981, sementara 1979, Soedomo Mergonoto, anak dari Goe Soe Loet pasca pecah kongsi dengan saudara ayahnya, mendirikan perusahaan baru bernama PT. Santos Jaya Abadi.