Tampilkan postingan dengan label @Gurungeblog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Gurungeblog. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Januari 2019

Bangga Bercampur Optimis Seorang Narablog di Era Digital

Mencoba Peruntungan di awal tahun 2019 ini dengan mengikuti lomba blog yang diselenggarakan oleh Nodi Harahap. sumber:www.nodiharahap.com

Narablog, mungkin bagi sebahagian orang istilah ini masih kurang familiar atau kurang lazim digunakan, mengapa? Karena istilah narablog adalah padanan arti dari blogger atau pengeblog. Jika kita ketikkan istilah narablog di https://kbbi.kemdikbud.go.id/, maka akan muncul padanan kata pengeblog, artinya seseorang yang memiliki blog, menyunting isi blog tersebut secara berkala maupun tidak berkala, berbagi informasi ataupun konten multimedia di blognya.
Nah, jika ditanya apa beda Narablog dengan Blogger? Perbedaannya mungkin pada penggunaan bahasa, jadi narablog adalah bahasa Indonesi asli dari kata blogger (bahasa Inggris), sementara pengertiannya hampir sama, yaitu: orang yang memiliki, menulis, mengelola blog-nya untuk dibagikan ke khayalak ramai sebagai informasi penting dari si pembuat atau penulis blog tersebut.
“Apa kriteria untuk menjadi seorang narablog? Susah nga menjadi seorang narablog?”, pertanyaan ini sering muncul dari siswa-siswi saya saat pelajaran TIK berlangsung atau ketika mereka tau bahwa saya sering menulis di blog pribadi yang saya kelola, maupun menulis di blog keroyokan semisal, di Kompasiana dan Seword.
Bangga Menjadi Narablog
Sebelum saya menjawab pertanyaan siswa ataupun siswi tersebut, saya selalu bercerita bahwa menjadi narablog itu bukanlah pekerjaan segampang membalikkan tangan kita ini, butuh proses, waktu, kesabaran, kegigihan dan pantang menyerah, selalu belajar untuk membuat tulisan yang kreatif, inovatif dan menarik pembaca dunia maya.
Selain itu, topik yang menarik harus tetap kita sajikan agar tulisan kita diminati, belajar menulis yang baik agar tulisan kita renyah, enak dibaca dan mudah di cerna oleh pembaca.
Saya selalu katakan, “Menjadi narablog itu, ibarat seperti membangun rumah, harus mampu membuat rumah yang baik, nyaman, desain rumah yang menarik, nyaman, dan dibangun dengan pondasi yang kuat, sehingga orang yang datang akan betah dan enjoy ketika mengunjungi rumah kita!”.
Nah, pengalaman saya menjadi narablog seperti itu juga, pertama kali terjun ke dunia blog sekitar sepuluh tahun yang lalu, www.blogger.com, media blogger yang lagi booming kala itu, sedikit memaksa saya untuk harus memiliki blog, dengan sekedar hanya sebagai contoh bahan atau materi pelajaran kepada peserta didik yang akan belajar tentang blog.
Akan tetapi, lama kelamaan, ternyata itulah awal jalan saya untuk aktif mengelola dan memposting tulisan di blog. Nah, kebetulan juga saya dikenalkan oleh seorang sahabat dengan blog keroyokan bernama www.kompasiana.com, blog menampung tulisan media warga (citizen media) dengan menyediakan berbagai konten yang memudahkan pengirim berita – lazim disebut Kompasianer – mengirimkan artikelnya, juga bagi pembaca dalam memilah konten apa yang akan dibacanya.
Jadilah saya belajar lebih lagi dalam menulis artikel yang saya sukai menjadi lebih menarik dan disukai pembaca nantinya, juga mengelola blog yang saya buatkan di www.blogger.com. Tetapi seiring waktu, saya sering gonta-ganti blog, hingga akhirnya saya berlabuh dan menetapkan akan terus menggunakan blog bernama : http://pbmagoes.blogspot.com/.
Seiring waktu, saya mencoba mengisi blog saya dengan artikel tentang pendidikan, informasi tentang komputer, tips dan trik, travelling, cara mengolah masakan khas daerah, kebudayaan daerah, hingga mencoba peruntungan dengan mengikuti lomba-lomba blog. Walau blog yang saya suguhkan masih tergolong sederhana, tapi saya bangga menjadi narablog dengan artikel yang saya suguhkan.
Juara Blog Competition Kuliner Nusantara
Ternyata seiring waktu juga apa yang saya suguhkan di blog http://pbmagoes.blogspot.com/ mampu memberikan manfaat dan mampu menggugah hati para juri ketika saya menyertakan link blog saya di lomba-lomba blog. Di tahun 2018 tercatat saya dua kali mendapat penghargaan karena menang dalam lomba blog.
Pertama, awal tahun 2018, dimana ketika itu saya mendapat predikat juara I lomba menulis bertemakan #JadiKangenIbu, kompetisi berbagi cerita dan foto kuliner yang bikin kita jadi kangen ibu. Tulisan saya berjudul “Masakan Khas Manuk na Pinadar dan Nasi‘Pollong’ ini Buat Aku Kangen Ibu” mendapat apresiasi dari Juri, saya mendapat hadiah Rp. 2.500.000 + produk sponsor. 
Juara I Lomba Menulis #JadiKangenIbu dengan Masakan Khas Batak sumber: dokpri
Senang sekali, kemampuan saya merangkai bumbu-bumbu masakan khas ibu, plus dengan kalimat mengapa saya kangen dengan ibu jika merasakan masakan khas Batak ini telah memberikan hasil terbaik di awal tahun 2018.
Prestasi ini melecut diri saya untuk terus belajar menulis. Saya tidak puas dengan hasil tersebut, malah makin bersemangat untuk kembali mengikuti lomba menulis dengan tema, “Berbagi Nikmatnya Ragam Kuliner Nusantara” yang diadakan oleh Liputan6.com bersama Pertamina, dimana kita diajak untuk menuliskan treveling seru dan paling berkesan di blog pribadi.
Dan saya akhirnya terpilih menjadi salah satu pemenang dengan judul tulisan di blog, Nikmatnya Kuliner Nasi Kuning Berpadu Manuk Na Pinadar, SenikmatPemandangan Danau Toba yang berhasil mendapatkan total hadiah Rp 1.500.000.
Berkat di tahun 2018 semakin terasa ketika tulisanku berjudul PagarKawat Berduri, Film Sarat Sejarah Murni Hasil Restorasi Anak Bangsa, tulisan yang mengulas film nasional yang diproduksi tahun 1961 oleh Kedjora dan disutradari oleh Asrul Sani, mengisahkan tentang perjuangan para pejuang-pejuang Republik Indonesia di kamp Belanda sebelum kemerdekaan. Tulisannya bisa di lihat disini!

Kamis, 06 September 2018

Pengalaman Explore Budaya Indonesia, Dari Danau Toba, Pantai Losari, Puncak Bogor, Borobudur, Hingga Tebing Breksi

Negeri Indah Kepingan Surga, Negeri yang sangat sarat dengan keindahan alam yg harus dikunjungi


Pernahkah anda mendengar jargon “Negeri Indah Kepingan Surga”? ya, jargon itu disematkan untuk melukiskan bagaimana indahnya Danau Toba, danau hasil letusan gunung berapi ratusan tahun yang lalu. Danau tekto-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer, lebar 30 kilometer membentang luas, sehingga layak mendapatkan predikat danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Terletak di Provinsi Sumatera Utara telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi menjadi Destinasi Wisata dengan keindahan, kekayaan alam, hingga Wisata Kuliner yang tidak diragukan lagi untuk mendatangkan devisa dari pengunjung lokal maupun mancanegara.
Selain Destinasi Wisata yang membuat kita berdecak kagum akan keindahan danau terbesar kedua di dunia setelah Danau Victoria, Afrika Selatan ini, pastinya juga kita akan disuguhkan dengan aneka ragam Wisata Kuliner yang bakal membuat lidah bergetar dan tidak bosan alias pengen lagi dan lagi untuk singgah dan menyantapnya.
Disamping kuliner-kuliner rasa khas dengan bumbu andaliman yang sudah kesohor itu, iklim tropis basah dengan suhu berkisar antara 170C – 290C dan rata-rata kelembaban udara 85.04%, membuat daerah kawasan sekitar Danau Toba dikenal daerah hujan, bahkan mengakibatkan cuaca tidak menentu.
Saya sebagai penghuni lokal dari masyarakat bermukim di sekitar Danau Toba sering merasakan bagaimana tidak menentunya cuaca di sekitaran kami, kadang hujan satu harian penuh, terkadang panas menyengat, belum lagi topografinya yang berbukit dan bergelombang sehingga saat perjalanan dari Medan ke Danau Toba lewat jalur darat sering membuat para pengunjung baik lokal maupun mancanegara sering mengalami pusing, mual, sakit kepala, hingga demam dan bersin-bersin.
Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, maka sering disarankan untuk menyediakan dan minum obat Mixagrip demi menyehatkan badan kita maupun anggota keluarga lainnya saat beraktifitas dan saat berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di sekitar Danau Toba.
Contoh sederhana, ketika perjalanan dari Medan menuju Pulau Samosir, tempat kampung mertua, dimana perjalanan darat cukup melelahkan naik bus atau mobil pribadi. Belum lagi pergantian cuaca, dari cuaca panas ala kota Medan akan berganti ke cuaca dingin menyengat di malam hari maupun di pagi hari ala pulau Samosir yang terkenal cuaca dinginnya itu.
Maka terkadang, pergantian cuaca ini mengakibatkan tubuh kita, terutama anak-anak sering mengalami gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Maka pilihan keluarga kami pastinya Mixagrip, kenapa?
Karena: (1) Mixagrip mengandung paracetamol (obat yang memiliki aktivitas seperti analgetik – pereda rasa nyeri dan antipiretik – penurun demam). (2) Mampu menurunkan demam dan batuk secepatnya serta sudah cocok dengan keluarga. 

Makassar Juga Punya Keindahan alam dan BUdaya yang tidak bisa dilewatkan untuk dikunjungi
Sehingga aktifitas keluarga tidak terganggu dengan secepatnya mengkonsumsi Mixagrip, obat sehat keluarga. Tentunya sesuai dengan dosis dan takaran sewajarnya.

Selasa, 25 Oktober 2016

Bersama Telkomsel Cerdaskan Guru dan Peserta Didik Menuju Indonesia Cerdas di Era Digital

Berpartisipasi dalam IDL 2016. sumber dok.pri


Telkomsel, bukan kata yang asing lagi ditelinga kita. Telkomsel adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Berbekal spirit menjadi ISP-nya (Internet Service Provider) atau penyedia jasa layanan internet-nya Indonesia dan menjadi solusi mobile digital lifestyle kelas dunia dan terpercaya, maka Telkomsel telah berkembang dengan pesat seiring dengan berjalannya waktu semenjak tahun 1995 hingga sekarang telah mampu menghadirkan akses telekomunikasi yang terpercaya dan handal kepada seluruh masyarakat tanah air dari sabang sampai merauke. 

Total sudah lebih dari 98% populasi Indonesia di seluruh penjuru Nusantara telah mampu dijangkau dan dilayani serta dikoneksikan untuk berkomunikasi dan berinteraksi, bahkan telah bisa mengakses Internet karena ketersediaan jaringan telekomunikasi dan sukses menjadi operator seluler nomor 6 di dunia dalam hal jumlah pelanggan dan menjadi numero uno industri telekomunikasi di tanah air yang dipercaya oleh lebih dari 143 juta pelanggan, tidak terkecuali oleh penulis sendiri. Telkomsel menjadi pilihan kartu SIM (Subscriber Identity Module) dan GSM (Global System for Mobile Communication) sejak tahun 2003, sejak saya memiliki HP dan nomor tersebut awet hingga sekarang. 

Semenjak mahasiswa semester tiga, saya tidak pernah mengganti kartu perdana Telkomsel yang saya miliki pertama sekali dan nomor tersebut tetap awet hingga sekarang. Telkomsel-pun sudah berkembang pesat, kebutuhan dari sekedar SMS (Short Message Service), MMS (Multimedia Message Service), hingga menghasilkan teknologi mutakhir dari memberikan layanan pemanfaatan DSL (Digital Subscriber Line), ISDN (Integrated System Digital Network), dan VSAT (Very Small Aperture Terminal) yang merupakan layanan-layanan internet dan memberikan kecepatan transmisi lebih cepat dari dial-up miliknya telkom. Lalu muncul CDMA (Code Division Multipple Access), dimana Telkomsel mendukung cara menghubungkan komputer ke internet melalui modem atau ponsel CDMA. Layanan GPRS (General Packet Radio Service) semakin mempercepat akses internet bagi penggunannya dengan menggunakan ponsel, sehingga telkomsel makin diminati dan menjadi salah satu operator seluler yang laris manis dipasaran dan dimanfaatkan dibidang pendidikan, karena kecepatan dalam mengakses data dan informasi untuk semua bidang, tidak terkecuali di bidang pendidikan.