Selasa, 25 Oktober 2016

Bersama Telkomsel Cerdaskan Guru dan Peserta Didik Menuju Indonesia Cerdas di Era Digital

Berpartisipasi dalam IDL 2016. sumber dok.pri


Telkomsel, bukan kata yang asing lagi ditelinga kita. Telkomsel adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Berbekal spirit menjadi ISP-nya (Internet Service Provider) atau penyedia jasa layanan internet-nya Indonesia dan menjadi solusi mobile digital lifestyle kelas dunia dan terpercaya, maka Telkomsel telah berkembang dengan pesat seiring dengan berjalannya waktu semenjak tahun 1995 hingga sekarang telah mampu menghadirkan akses telekomunikasi yang terpercaya dan handal kepada seluruh masyarakat tanah air dari sabang sampai merauke. 

Total sudah lebih dari 98% populasi Indonesia di seluruh penjuru Nusantara telah mampu dijangkau dan dilayani serta dikoneksikan untuk berkomunikasi dan berinteraksi, bahkan telah bisa mengakses Internet karena ketersediaan jaringan telekomunikasi dan sukses menjadi operator seluler nomor 6 di dunia dalam hal jumlah pelanggan dan menjadi numero uno industri telekomunikasi di tanah air yang dipercaya oleh lebih dari 143 juta pelanggan, tidak terkecuali oleh penulis sendiri. Telkomsel menjadi pilihan kartu SIM (Subscriber Identity Module) dan GSM (Global System for Mobile Communication) sejak tahun 2003, sejak saya memiliki HP dan nomor tersebut awet hingga sekarang. 

Semenjak mahasiswa semester tiga, saya tidak pernah mengganti kartu perdana Telkomsel yang saya miliki pertama sekali dan nomor tersebut tetap awet hingga sekarang. Telkomsel-pun sudah berkembang pesat, kebutuhan dari sekedar SMS (Short Message Service), MMS (Multimedia Message Service), hingga menghasilkan teknologi mutakhir dari memberikan layanan pemanfaatan DSL (Digital Subscriber Line), ISDN (Integrated System Digital Network), dan VSAT (Very Small Aperture Terminal) yang merupakan layanan-layanan internet dan memberikan kecepatan transmisi lebih cepat dari dial-up miliknya telkom. Lalu muncul CDMA (Code Division Multipple Access), dimana Telkomsel mendukung cara menghubungkan komputer ke internet melalui modem atau ponsel CDMA. Layanan GPRS (General Packet Radio Service) semakin mempercepat akses internet bagi penggunannya dengan menggunakan ponsel, sehingga telkomsel makin diminati dan menjadi salah satu operator seluler yang laris manis dipasaran dan dimanfaatkan dibidang pendidikan, karena kecepatan dalam mengakses data dan informasi untuk semua bidang, tidak terkecuali di bidang pendidikan.


Besarnya Peran Telkomsel Flash Untuk Diri Saya

Sebagai guru TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang dinyatakan lulus lewat seleksi CPNS tahun 2009 yang lalu dan ditempatkan di SMA Negeri 13 Medan, saya sangat bersyukur karena dengan berbekal doa dan kerja keras dan juga berbekal berlatih soal-soal baik itu manual maupun online dan sering mencari, men-download soal-soal dengan berbekal laptop dan modem Telkomsel Flash abang kandung saya, akhirnya cita-cita kami berdua terwujud juga. Dia lulus di Pemprovsu, saya lulus di Pemko. Nah, akhirnya gaji pertama saya CPNS yang 80% tersebutlah saya gunakan untuk membeli modem Telkomsel Flash untuk saya gunakan sebagai perangkat pendukung saya dalam proses belajar mengajar di kelas maupun di rumah. 

Modem TelkomselFlash yang masih saya gunakan sungguh setia menemani saya hampir sudah enam tahun. TelkomselFlash ini saya beli di sebuah pameran yang berlangsung di Pajak Usu, kala itu ada promo besar-besaran bertajuk “Telkomsel Big Sale Akhir tahun 2010”, saya membeli paket modem tersebut dengan harga Rp399 ribu dengan garansi satu tahun dan gratis selama tiga bulan. Dengan bermodalkan modem TelkomselFlash, mulailah saya mengembangkan potensi yang saya miliki sebagai tenaga pengajar. Apalagi yang saya ajarkan tentang mata pelajaran TIK yang setidaknya harus menguasai dasar-dasar dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat. Ada anekdot yang mengatakan bahwa “satu hari tidak belajar TIK, maka akan ketinggalan 10 hari”, sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, dalam satu hari saya harus terkoneksi dengan internet minimal satu jam untuk mengetahui informasi apa yang sedang hangat-hangatnya di dunia maya. Apalagi sekarang ini lintas berita yang tersebar lewat media sosial sudah sangat cepat menyebar dan terkadang, tanpa kita sadari ternyata siswa kita lebih cepat dari kita guru dalam mengakses media sosial. Sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, guru juga harus mampu memantau dan mengetahui perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan cepatnya.
Modem Telkomsel Flash yang setia menemaniku dari tahun 2010 hingga kini.
Pengalaman yang tidak terlupakan ketika memanfaatkan modem TelkomselFlash ini adalah ketika saya bisa mendapatkan informasi-informasi tentang lomba bergengsi baik tingkat kabupaten, provinsi, hingga tingkat nasional. Pengalaman pertama saya, ketika saya dinyatakan sebagai pemenang Harapan I lomba menulis tahun 2013 yang diselenggarakan oleh LSM Madya Insani dengan tema “Anak Jalanan di Kota Metropolitan”. Jujur inilah pengalaman pertama saya sebagai pemenang setelah sekian tahun vakum dari dunia tulis menulis semenjak tamat SMA. Bukan hadiahnya yang saya kejar, tetapi pengalaman menulis dan ternyata internet sangat membantu saya dalam mencari sumber-sumber informasi dalam mendukung karya tulis saya. Lagi-lagi, modem TelkomselFlash dengan beragam pilihan kuota-nya telah memberikan kemudahan bagi saya untuk mendapatkan sumber informasi yang saya butuhkan.

Pengalaman kedua, masih di tahun yang sama, ketika itu LP3I sebagai salah satu lembaga pendidikan yang sudah membuktikan kapasitasnya, visi, misi, dan tujuan pendidikannya yang bergerak dibidang Pendidikan formal maupun non formal, memiliki sistem pendidikan vokasi yang mengutamakan pendidikan keterampilan dengan kurikulum berbasis link and match, serta disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan dunia usaha, terutama menghadapi era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) mengadakan sebuah kompetisi untuk guru-guru SMA/SMK di tanah air dengan tajuk “Kompetisi Guru Terbaik Tahun 2013 memperebutkan LP3I Award”. Dengan modal nekat dan TelkomselFlash, maka saya mulai membuat karya tulis ilmiah dengan ide-ide yang sederhana, tetapi konsisten saya lakukan selama menjadi guru dan fokus karya saya pada perbaikan sekolah, sekolah berbasis lingkungan hidup, sekolah yang mampu mengarahkan peserta didiknya berwirausaha dengan membuat kompos, hingga masalah perubahan dari kurikulum KTSP ke Kurikulum 2013 dengan mengedepankan Pembelajaran Kontekstual yang saya bahas ternyata sangat menarik menurut para juri.

Akhirnya, di hari terakhir tenggat waktu pengiriman, karya tulis ilmiah saya berhasil kelar dan siap untuk dikirimkan di tanggal 19 April 2013. Saya masih ingat ketika itu, setelah bel sekolah saya langsung berkemas-kemas dan berlair ke parkiran guru untuk mengengkol sepeda motor dan tancap gas ke rumah. Sampai di rumah, saya langsung hidupkan laptop dan ambil modem TelkomselFlash untuk koneksi ke internet. Setelah itu saya buka link http://www.lp3i.ac.id/guru-terbaik/ untuk meng-upload karya yang telah saya selesaikan. Walau lambat karena banyak yang mengakses website, saya tetap ngotot mengirim dengan sering-sering menekan F5 (refresh) agar websitenya mau merespon. Berkat kesabaran, akhirnya pukul 16.00 Wib saya bisa meng-upload karya dengan baik dan berhasil muncul di halaman website di urutan terakhir (255). Dengan semangat “nothing to lose” – tidak berharap banyak, saya kembali ke aktivitas biasa.

Namun, tanpa diduga-duga awal Februari 2014 saya di telp oleh pihak LP3I Award menyatakan bahwa saya adalah salah satu peserta 10 nominator pemenang yang dipanggil ke Jakarta untuk kembali mempresentasikan hasil karyanya di depan juri-juri hebat tanah air. Jujur ini adalah pengalaman pertama saya memenangkan sebuah lomba bergengsi tingkat nasional. Dengan perasaan mantap, saya ikuti semua prosedur lomba dan kembali dengan mengandalkan TelkomselFlash saya mempersiapkan bahan presentasi sebaik mungkin. Namun, belum nasib untuk menjadi pemenang, walaupun demikian saya bangga dengan pengalaman yang saya dapatkan karena pepatah mengatakan “Pengalaman adalah guru yang paling baik”, sehingga ada keberanian untuk mencoba dan mencoba lagi.

Pengalaman Mengikuti IDL oleh Telkomsel 

Tanggal 25 dan 26 April 2016 kemarin, kota Medan menjadi kota ke-4 setelah Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya sebagai tempat penyelenggaraan IDL (Indonesia Digital Learning) dengan tema: “Kontribusi Telkom Indonesia untuk Generasi Bangsa” yang diselenggarakan di hotel Polonia Medan telah memacu adrenalin saya untuk ikut ambil bagian dalam acara tersebut. Berbekal modem Telkomsel Flash yang saya beli di tahun 2010 yang lalu, saya mendaftarkan diri secara online di kanal http://indonesiadigitallearning.com/SeminarPage.html untuk mengikuti seminar selama dua hari dan untuk mengikuti kontes My Teacher My Hero (MTMH) serta membuat karya tulis ilmiah untuk mengikuti kontes tersebut.
Bersama dengan narator-narator mantap di IDL 2016, Konstribusi Guru untuk memajukan Indonesia digital. sumber : dokpri.
Lagi-lagi saya mengandalkan modem TelkomselFlash untuk mendukung karya tulis yang akan saya kerjakan. Dalam sambutannya, General Manager Telkomsel area Sumbagut, Syahrial Nasution dengan judul “Menopang Pengembangan Pendidikan dengan Memanfaatkan Teknologi” memberikan gambaran bagaimana peran Telkomsel dengan teknologi baru mobile 4G LTE pertama di Indonesia dengan kecepatan data akses mencapai 36 Mbps mampu memanjakan para pelanggannya, termasuk para guru-guru hebat tanah air untuk meningkatkan kompetensinya. Beliau menjelaskan secara gamblang kenapa guru harus mampu mengajar di abad 21 dan oleh karena pendidikan mampu mengubah dunia, makanya Telkomsel sepenuhnya sangat mendukung kegiatan ini. Namun, dalam #myheromyteachermedan karya saya belum mampu menggugah dewan juri untuk meloloskannya dibabak 45 karya yang akan di kerucutkan menjadi 8 besar. 

Walaupun tidak lolos, saya tetap bersyukur karena bisa ambil bagian dalam kompetisi seperti ini dan berharap Telkomsel terus melakukan inovasi dan kompetisi sejenis untuk meningkatkan kompetensi para guru di Indonesia. 

Peran Telkomsel di Keluarga dan Sekolahku

Saudaraku juga sekarang menggunakan layanan IndiHome, layanan Triple Play dari Telkom dengan fasilitas Telepon Rumah, Internet on Fiber (up to 100 Mbps) dan Interactive tv yang memberikan tontonan-tontonan berkualitas walau saat hujan deras. Indihome menjadi pilihan terbaik mereka, apalagi abang saya itu penggila bola sehingga pertandingan-pertandingan yang hanya bisa ditonton lewat televisi kabel seperti Indihome. Belum lagi cara registrasinya yang gampang, tinggal klik http://www.indihome.co.id/myindihome maka kita tinggal memilih paket mana yang kita mau. Kebetulan abang ini memilih paket Indihome ulimited dengan bayaran hampir lima ratus ribu rupiah per bulan. 
Telkomsel Indihome yang dipasang oleh abang dirumahnya. sumber : dok Pri

Begitu juga di Sekolah tempat saya mengajar. Kini siswa dan guru bisa mengakses internet dengan cukup baik, walau kadang-kadang jaringan Wi-fi (wireles fidelity)-nya ngadat alias disconect, namun cukup lumayan dapat membantu guru dan siswa untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Peran Telkomsel School Community telah membantu kami dalam berkomunikasi dan menjelajahi dunia, serta mencari informasi yang bermanfaat. DPR (dibawah pohon rindang) adalah tempat yang strategis bagi siswa/i kami untuk mengakses informasi yang mereka butuhkan karena sudah terkoneksi dengan jaringan wi-fi (wireless fidelity), sehingga jam-jam istirahat mereka gunakan untuk mengakses jaringan Telkomsel disamping tempat untuk belajar. 

Kini Telkomsel telah muncul dengan layanan komersial mobile 4G LTE pertama di Indonesia. Layanan Telkomsel 4G LTE memiliki kecepatan data access mencapai 36 Mbps sehingga semakin memanjakan dan mempermudah pekerjaan kita. Oleh karena itu kepercayaan kita akan kehadiran Telkomsel untuk menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dalam sendi kehidupan kita dengan produk-produk yang kompetitif dan inovatif seharusnya dapat kita manfaatkan untuk kehidupan yang lebih baik. Semoga!

#IndonesiaMakinDigital
@IndonesiaMakinDigital

Tidak ada komentar:

Posting Komentar