Selasa, 29 November 2016

60 Tahun Astra Ikut Berperan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Indonesia



Dealer Honda di Simpang Pemda Kota Medan, Turut Membantu Masyarakat Indonesia. sumber: dok.pri

Sejarah panjang perkembangan Indonesia pasti tidak lepas dari peran serta perusahaan-perusahaan swasta tanah air dalam memajukan segala sendi kehidupan masyarakat Indonesia ke arah yang lebih baik. Mulai dari sektor pendidikan, pertanian, perekonomian, kesehatan, hingga perdagangan disamping dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan BUMN yang dibiayai oleh negara dengan tujuan untuk mengembangkan Sumber Daya Alam Indonesia sesuai dengan Pasal 33 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945, perusahaan-perusahaan swasta (BUMS) juga diberikan tempat untuk mengembangkan usaha produksi mereka dalam upaya ikut memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia agar lebih maju dan makmur.

Salah satu perusahaan swasta yang dimaksud ikut berperan dalam meningkatkan perekonomian tanah air adalah perusahaan bernama Astra International yang berpusat di Jakarta dan telah berdiri sejak tahun 1957 oleh William Soeryadjaya bersama dengan adiknya, Drs Tjia Kian Tie, dan Lim Peng Hong, temannya mulai membangun kerajaan bisnis mereka dengan penuh kepahitan dan kegetiran. Jiwa bisnis dan jiwa berdagang yang melekat pada diri anak pedagang Majalengka yang dikenal pantang menyerah, pekerja keras, ulet, dan gigih ini telah mengajarkan kepada kita semua, terutama generasi penerus bangsa bahwa keberhasilan itu diraih dengan penuh perjuangan, tekad yang bulat dan kerja keras, bukan dengan santai, bermanja-manja, sembari berharap sendirinya datang dari langit. 


Jatuh bangun memulai usaha dan bergonta-ganti jenis usaha adalah pilihan yang harus dijalani ketika itu. Dari hanya bergerak dalam pemasaran minuman ringan bermerek Prem Club dan pengekspor hasil bumi, akhirnya PT Astra Internasional Inc mulai merambah sektor otomotif yang memang kala itu masih minim di negeri ini. Kebutuhan akan peralatan otomotif, alat-alat berat dalam pembangunan Indonesia sangat vital kala itu, apalagi rezim Soeharto (orde baru) memberikan angin segar kepada para pelaku dunia usaha otomotif untuk mengembangkan sayapnya di tanah air dalam upaya mempercepat proses perkembangan pembangunan Indonesia yang dikenal dengan istilah Repelita. Ini diakui oleh Williams ketika kala itu, tahun 1969, Astra direstui untuk memasok 800 kendaraan truk merek Chevrolet yang menjadikan usaha mereka bak “pohon rindang” yang semakin berkembang dan menjadi rekanan kepercayaan pemerintah yang berkuasa untuk menyediakan sarana pembangunan Indonesia.

Seiring berkembangnya waktu, Astra belajar merakit sendiri truk Chevrolet, alih-alih hanya sebagai pemasok. Tidak hanya itu, mengageni dan merakit sendiri alat otomotif skala besar, Komatsu, dan tentunya mobil Toyota, Daihatsu, sepeda motor Honda, dan mesin fotocopy Xerox. Berkat ide dan kerja keras tersebut jadilah Astra seperti sekarang ini. Berkembang dengan pesatnya, menjual mobil dan sepeda motor Honda, bak menjual kacang, laris manis di pasaran Indonesia maupun luar negeri.
Menjadi perusahaan multinasional yang berpusat pada produksi otomotif nasional, PT Astra telah memberikan sumbangsih bagi meningkatknya perekonomian tanah air. Keuntungan-keuntungan astra yang berlipat-lipat tiap tahun memilih Astra menjadi perusahaan Perseroan dari tahun 1990 setelah mengubah nama menjadi PT Astra International Tbk. Perseoran ini resmi memilih ruang lingkup perdagangan umum, perindustrian, jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan dan jasa konsultasi. Ruang lingkup kegiatan utama entitas anak perusahaan meliputi: perakitan dan penyaluran mobil, sepeda motor dengan suku cadangnya, penjualan dan penyewaan alat berat, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi adalah dunia usaha yang dirambah perusahaan berpusat di Jakarta ini.

Peran Astra Dalam Mengembangkan Dunia Pendidikan Indonesia

Dengan semangat berkarya untuk Indonesia, tahun 1974 Astra yang sudah menjelma menjadi salah satu perusahaan besar tanah air mencoba mendirikan Yayasan Toyota & Astra yang bergerak di bidang Pendidikan, dengan visi: “Menjadi lembaga sosial yang terkemuka dan kredibel di bidang pendidikan, khususnya di daerah agar seluruh elemen pendidikan mampu meningkatkan kualitas dari segi akademik, intelektual dan kompetensi kecakapan hidup, seni budaya serta memiliki karakter yang didasarkan pada nilai luhur Bangsa Indonesia yang majemuk sebagai bagian dari Sistim Pendidikan Nasional”, Astra ingin bersumbangsih bagi negeri dalam hal dunia pendidikan, alih-alih hanya sebagai perusahaan yang dikenang pengekspor industri otomotif tanah air. 

Astra dengan program merambah dunia pendidikan ingin memberikan kesempatan kepada putera-puteri terbaik bangsa ini untuk bergabung dengan misi: “Berperan aktif sebagai agent of change and agent of development dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah dengan membantu pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, pengembangan kurikulum dan manajemen sekolah serta penyediaan sarana prasarana sekolah sesuai Standar Mutu Pendidikan Nasional”, maka Astra mulai membuat program-program unggulan untuk mencetak dan mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan mampu merakit, bahkan menciptakan alat-alat transportasi sendiri. Belajar dari teknologi Jepang, Astra mulai mempelopori industri sepeda motor di Indonesia dengan mendirikan PT Astra Honda Motor (AHM) tahun 1971 untuk merakit sepeda motor dengan mengimport onderdilnya dari Jepang. 

Tidak disangka, dari 1500 di tahun pertamanya, melonjak naik menjadi 30 ribu di tahun berikutnya dan berkembang terus hingga saat ini menjadi raja-nya sepeda motor di pasaran Indonesia. Ketergantungan akan produk-produk sepeda motor buatan Astra sebagai moda transportasi dan juga munculnya produk-produk serupa buatan perusahaan asing, memaksa penghasil merk Honda ini merger. Dimana PT Federal Motor di tahun 2011 bersama dengan anak perusahaannya dimerger menjadi PT Astra Honda Motor, yang komposisi kepemilikan sahamnya menjadi 50% milik PT Astra International Tbk dan 50% milik Honda Motor Co. Japan. 

Pastinya untuk menghasilkan produk-produk berkualitas di segala sektor industri yang dikelolanya, khususnya produk-produk sepeda motor unggulan, seperti Honda, maka Tahun 2014, PT Astra Honda Motor membangun empat fasilitas pabrik perakitan yang mampu menyerap tenaga kerja yang super banyak. Terbukti dengan fasilitas pabrik dan ketersediaan fasilitas pendidikan dengan mendirikan lembaga pendidikan bernama Politeknik Manufaktur Astra yang menyiapkan sumber daya manusia yang siap pakai, memiliki kemampuan dan kompetensi dalam industri manufaktur, maka tidak mengherankan apabila PT. Astra International, seperti PT Astra Honda Motor mampu memproduksi rata-rata 5,8 juta unit sepeda motor setiap tahunnya untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat. Salah satu puncak dari sekian banyak prestasi Astra adalah pencapaian produksi ke-50 juta pada tahun 2015 yang lalu yang menjadi prestasi tidak hanya di Indonesia tetapi sampai ke tingkat ASEAN. 

Salah satu kelebihan Politeknik Manufaktur Astra adalah memiliki program studi keahlian seperti: Teknik Mesin Manufaktur (TMM), Teknik Proses & Produksi Manufaktur (TPM), Sistem Informasi (SI), Teknik Otomotif (TO), dan Teknik Mekatronika (TM) dengan visi menjadi program studi terbaik dan diminati di Indonesia dalam bidang Pembuatan Peralatan dan Perkakas Produksi, maka Poltek ini merekrut putra/i terbaik bangsa ini untuk mengasah keahlian dan pendidikan mereka. Apalagi adanya beasiswa maka diharapkan bagi putera/i bangsa ini yang ingin mengembangkan sumber daya manusianya di bidang Teknik Otomotif agar bergabung dan mengasahnya disini. Dengan kehadiran Astra dalam dunia Pendidikan sangat berpengaruh besar dalam kemajuan bangsa ini, terbukti dengan beberapa program pengabdian dalam dunia Pendidikan, seperti yang dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) yang bertanggung jawab sosial perusahaan Astra kepada masyarakat di bidang pendidikan di daerah prasejahtera. Yayasan yang dibentuk tahun 2009 ini memiliki visi untuk membantu sekolah-sekolah yang berada di daerah-daerah terpencil tanah air tergolong prasejahtera agar siswa/i-nya mampu meningkatkan kualitas, intelektual dan kompetensi kecakapan hidup (life-skill) serta memiliki karakter yang didasarkan pada nilai luhur Bangsa Indonesia, sehingga PT Astra International benar-benar memberikan pengabdian nyata kepada kemajuan bangsa Indonesia.
Honda selalu memberikan pelayanan terbaik di Kota Medan. Sumber: Dokpri
  Peran Astra Untuk Pendidikan di Kota Medan
 
Ruangan Pameran Produk-produk sepeda motor Honda, Kualitas terbaik ada di sini. sumber: dokpri
Astra telah menjadi peruhasaan besar dan telah mendirikan banyak kantor cabang dan bengkel-bengkel serta dealernya di seluruh Sumatera Utara. Di kota Medan saja dealer Honda sudah bak jamur, ada di setiap sudut kota Medan. Tentunya program-programnya juga sudah banyak membantu peserta didik dan pegawai swasta hingga pegawai negeri. Seperti memberikan diskon atau potongan harga bagi PNS, Guru, kemudahan kredit sepeda motor dan masih banyak lagi untuk menunjang operasional daripada para pegawai negeri dalam menjalankan tugas-tugas mereka.

Astra juga sering mengunjungi sekolah-sekolah di kota Medan untuk bekerjasama dan memberikan promo-promo serta program-progam untuk mendidik peserta didik. Seperti yang singgah di sekolah kami adalah program keselamatan berlalu lintas.

So, Astra akan terus menjadi motor penggerak dan penunjang pertumbuhan ekonomi, pendidikan dan kemajuan di Indonesia. Selamat ulang tahun ASTRA, tetaplah berkarya untuk negeri. Semoga!  

By: Mr. Oloan (KOMED)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar