Tampilkan postingan dengan label #Gurumenulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Gurumenulis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 April 2017

Kekuatan Kasat Mata Gravitasi Guru Dalam Menciptakan Sumber Daya Manusia Indonesia Yang Berkarakter



Guru adalah kekuatan Gravitasi dalam mencerdaskan sebuah bangsa.

Masih ingatkah cerita bagaimana Jepang bisa bangkit pasca ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki? Bom nuklir berkekuatan antara 15.000 dan 20.000 ton TNT tersebut menewaskan 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 orang di Nagasaki dan  berakibat fatal hingga puluhan tahun kemudian, dimana sejumlah 200.000 orang menyusul tewas mengenaskan karena berbagai macam penyakit akibat radiasi bom nuklir yang maha dasyat dan dampak radioaktifnya mencapai 20 km dari lokasi jatuhnya bom atom tersebut.
Kaisar Hirohito kala itu tidak larut dalam kesedihan, enam hari pasca bom atom dia memerintahkan Menteri Pendidikannya mengumpulkan semua guru yang masih tersisa di negeri yang hancur lebur akibat perang tersebut. Titahnya adalah agar guru melaksanakan fungsinya sebagai ujung tombak pendidikan sehingga lahir sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas, karena negara dibangun dari nol. Guru harus lebih disiplin dari murid, sebab disiplin yang tinggi akan melahirkan generasi yang mampu berdaya saing dan unggul dalam segala aspek. Sehingga bak gaya gravitasi yang memikat, maka kita lihat sekarang hasilnya.
Guru TIK di abad 21 harus mampu memainkan peranannya dalam mencerdaskan anak bangsa terutama dibidang teknologi informasi dan komunikasi
Tidak menunggu lama, dari tahun 1945 hingga tahun 1990-an (dalam kurun waktu 45 tahun), Jepang telah muncul sebagai kekuatan baru dalam bidang perekonomian dunia. Berkat pendidikannya yang tepat untuk menciptakan teknologi yang tepat guna dan berdaya guna, Jepang menjelma menjadi negara maju dalam di bidang perekonomian dunia. Secara kasat mata, Jepang telah menjelma menjadi sebuah gravitasi bagi dunia yang harus dipejalari dan tidak salah untuk diikuti. Bagaimana tidak? Guru sebagai ujung tombak pendidikan disana, mampu dijadikan sang kaisar untuk menjadi daya pemikat gravitasi yang menjadikan Jepang bisa seperti sekarang ini.

Selasa, 25 Oktober 2016

Bersama Telkomsel Cerdaskan Guru dan Peserta Didik Menuju Indonesia Cerdas di Era Digital

Berpartisipasi dalam IDL 2016. sumber dok.pri


Telkomsel, bukan kata yang asing lagi ditelinga kita. Telkomsel adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Berbekal spirit menjadi ISP-nya (Internet Service Provider) atau penyedia jasa layanan internet-nya Indonesia dan menjadi solusi mobile digital lifestyle kelas dunia dan terpercaya, maka Telkomsel telah berkembang dengan pesat seiring dengan berjalannya waktu semenjak tahun 1995 hingga sekarang telah mampu menghadirkan akses telekomunikasi yang terpercaya dan handal kepada seluruh masyarakat tanah air dari sabang sampai merauke. 

Total sudah lebih dari 98% populasi Indonesia di seluruh penjuru Nusantara telah mampu dijangkau dan dilayani serta dikoneksikan untuk berkomunikasi dan berinteraksi, bahkan telah bisa mengakses Internet karena ketersediaan jaringan telekomunikasi dan sukses menjadi operator seluler nomor 6 di dunia dalam hal jumlah pelanggan dan menjadi numero uno industri telekomunikasi di tanah air yang dipercaya oleh lebih dari 143 juta pelanggan, tidak terkecuali oleh penulis sendiri. Telkomsel menjadi pilihan kartu SIM (Subscriber Identity Module) dan GSM (Global System for Mobile Communication) sejak tahun 2003, sejak saya memiliki HP dan nomor tersebut awet hingga sekarang. 

Semenjak mahasiswa semester tiga, saya tidak pernah mengganti kartu perdana Telkomsel yang saya miliki pertama sekali dan nomor tersebut tetap awet hingga sekarang. Telkomsel-pun sudah berkembang pesat, kebutuhan dari sekedar SMS (Short Message Service), MMS (Multimedia Message Service), hingga menghasilkan teknologi mutakhir dari memberikan layanan pemanfaatan DSL (Digital Subscriber Line), ISDN (Integrated System Digital Network), dan VSAT (Very Small Aperture Terminal) yang merupakan layanan-layanan internet dan memberikan kecepatan transmisi lebih cepat dari dial-up miliknya telkom. Lalu muncul CDMA (Code Division Multipple Access), dimana Telkomsel mendukung cara menghubungkan komputer ke internet melalui modem atau ponsel CDMA. Layanan GPRS (General Packet Radio Service) semakin mempercepat akses internet bagi penggunannya dengan menggunakan ponsel, sehingga telkomsel makin diminati dan menjadi salah satu operator seluler yang laris manis dipasaran dan dimanfaatkan dibidang pendidikan, karena kecepatan dalam mengakses data dan informasi untuk semua bidang, tidak terkecuali di bidang pendidikan.