Tampilkan postingan dengan label Resolusi2019. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resolusi2019. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Februari 2019

Saatnya Mengenggam Impian dengan ASUS ZenBook Tipis Terbaru, Laptop Paling Ringkas di Dunia


ASUS Terbaru, Cinta pada pandangan pertama, keinginan untuk mendapatkan Laptop ASUS Generasi Baru, ZenBook UX333, UX433 dan UX533

ASUS, adalah merk terkenal dari perusahaan IT asal Taiwan yang fokus memproduksi motherboard nomor satu di dunia. Diambil dari nama “pegagus” – sebutan untuk makhluk mitos asal Yunani, empat insinyur komputer di tahun 1989, yaitu: Wayne Hsieh, Ted Hsu, MT Liao dan TH Tung awalnya mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi komputer.

Namun, perlahan tapi pasti mereka berhasil membuat dan menjual motherboard untuk prosessor Intel 486 dan berkonsentrasi ke konstruksi hardware. Seiring waktu, motherboard Asus terpasang di 29,2% komputer dekstop yang terjual sepanjang tahun 2009. Asus membagi diri menjadi tiga perusahan berbeda, yaitu pegatron, unihan, dan Asus yang berkonsentrasi penuh pada produksi notebook dan sistem komputer utuh.

Nah, Asus yang kita bahas inilah yang berkembang pesat dengan produk supernya motherboard nomor satu di dunia. Tidak percaya? Buktinya Asus menguasai hampir 40% pangsa pasar industri Motherboard dan kini, satu dari tiga komputer menggunakan Motherboard buatan Asus. Hebat bukan?

Faktanya, tahun 2008 lebih dari 24 juta Motherboard terjual dan terpilih menjadi “Best Motherboard Brand” di dunia oleh Tom’s Hardware Guide (THG), sebuah web terkemuka yang mengulas tentang Hardware dan dibaca secara luas di seluruh dunia. Mengapa Asus yang mendapat penghargaan bergengsi tersebut? Karena dalam jajak pendapat dari puluhan ribu pemilih mengakui bahwa produk Asus memiliki rancangan kualitas tertinggi dan memberikan pelayanan terbaik. Disamping itu Asus dianggap sebagai simbol akan desain produk yang bermutu, performa, nilai dan kualitas tinggi.

Alasan Harus Memilih Asus ZenBook

Upaya untuk terus menjaga kualitas dan menghadirkan produk-produk berkualitas menjadikan Asus getol untuk terus meningkatkan inovasi. Terbukti, sejak tahun 2008 penjualan produk Asus merangkak naik dan berdasarkan data yang dirilis lembaga riset Gfk, pangsa pasar Asus di kelas laptop, notebook, meningkat. Hingga akhir kuartal kedua 2014, Asus merajai pasar komputer jinjing dengan perolehan 33,1 persen pasar. 
ASUS Tidak sekedar jadi alat untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kantor atau rutinitas profesi, tetapi bisa memanjakan para gamers di dunia dengan performa terbaik dari prosessor pilihan di Motherboard ASUS
Kala itu, Asus mengandalkan produk ASUS Transformer Book T100, Notebook Windows 8.1 yang bisa dilepas menjadi tablet 10” yang inovatif, X452CP, Notebook terjangkau dengan performa dan grafis mumpuni, X550DP, notebook entry gaming terbaru berbasis AMD quad core sampai G56, notebook gaming kelas atas terbaru ASUS sudah disiapkan untuk memanjakan seluruh pengguna merek ASUS di seluruh Indonesia.

Produk Terbaru ASUS ZenBook Siap Diluncurkan

Ya, produk terbaru ASUS sudah siap untuk diluncurkan dan memanjakan seluruh pengguna Notebook di seluruh Indonesia. Diawal tahun 2019 ini ASUS kembali merilis produk baru dengan spesifikasi tinggi dan desain inovatif yang banyak menarik minat pencari laptop ataupun komputer jinjing seperti saya.

Saya setahun yang lalu berkeinginan untuk mengganti laptop saya dengan merk terkenal sekelas ASUS. Namun, belum terwujud juga karena kondisi keuangan yang pas-pasan dan banyaknya kebutuhan rumah tangga, sehingga resolusi tersebut tertunda hingga akhir tahun 2018.

Kini, di tahun 2019 ini keinginan itu membuncah kembali dengan munculnya produk baru dari ASUS ROG Strix GL504GW Scar II, Laptop Gaming Ringkas dengan GeForce RTX versi terbaru yang hadir dengan chip grafis NVIDIA GeForce RTX 2070 terbaru yang lebih powerful. ROG Strix GL504GW Scar II hadir dengan peningkatan performa grafis berkat pembaruan dari sisi chip grafis yang kali ini disokong oleh GeForce RTX 2070.
ASUS ZenBook mengusung motto "The World's Smallest 13,14,15" Laptop bersiap menjadi laptop paling laris di Indonesia
Selain itu, ASUS juga memperkenalkan produk baru bernama ZenBook UX333 UX433 UX533, Laptop Ultra Tipis Ultra Ringkas yang pastinya akan sangat memikat hati yang melihat laptop ringkas ini.

Sebagai produsen laptop terkemuka, ASUS terus mengembangkan cara agar laptop tidak hanya semakin tipis tetapi juga semakin ringkas. Solusi yang ditawarkan ASUS kali ini adalah melalui teknologi eksklusif NanoEdge Display yang membuat bezel pada empat sisi layar laptop dapat dibuat dengan ukuran hanya 2,8 milimeter hingga 5,9 milimeter saja. Ukuran tersebut jauh lebih kecil dibandingkan laptop konvensional yang bezelnya bisa mencapai 20 milimeter. Berkat NanoEdge Display, jajaran ZenBook Classic terbaru yaitu UX333, UX433, dan UX533 memiliki bodi yang lebih ringkas dibandingkan dengan laptop sekelasnya saat ini. NanoEdge Display juga membuat laptop tersebut memiliki screen-to-body ratio yang sangat tinggi, yaitu mencapai 95 persen sehingga layarnya terlihat lebih lega dan hampir tanpa batas.

Meski ZenBook UX333 merupakan laptop 13 inci paling ringkas di dunia, spesifuikasi yang diusung oleh laptop ini dapat disandangkan dengan laptop premium yang ukurannya lebih besar. Ditenagai oleh prosesor kencang Intel Core generasi ke-8, ZenBook UX333 sangat ideal untuk digunakan bekerja serta sebagai pusat hiburan.

Minggu, 13 Januari 2019

Bangga Bercampur Optimis Seorang Narablog di Era Digital

Mencoba Peruntungan di awal tahun 2019 ini dengan mengikuti lomba blog yang diselenggarakan oleh Nodi Harahap. sumber:www.nodiharahap.com

Narablog, mungkin bagi sebahagian orang istilah ini masih kurang familiar atau kurang lazim digunakan, mengapa? Karena istilah narablog adalah padanan arti dari blogger atau pengeblog. Jika kita ketikkan istilah narablog di https://kbbi.kemdikbud.go.id/, maka akan muncul padanan kata pengeblog, artinya seseorang yang memiliki blog, menyunting isi blog tersebut secara berkala maupun tidak berkala, berbagi informasi ataupun konten multimedia di blognya.
Nah, jika ditanya apa beda Narablog dengan Blogger? Perbedaannya mungkin pada penggunaan bahasa, jadi narablog adalah bahasa Indonesi asli dari kata blogger (bahasa Inggris), sementara pengertiannya hampir sama, yaitu: orang yang memiliki, menulis, mengelola blog-nya untuk dibagikan ke khayalak ramai sebagai informasi penting dari si pembuat atau penulis blog tersebut.
“Apa kriteria untuk menjadi seorang narablog? Susah nga menjadi seorang narablog?”, pertanyaan ini sering muncul dari siswa-siswi saya saat pelajaran TIK berlangsung atau ketika mereka tau bahwa saya sering menulis di blog pribadi yang saya kelola, maupun menulis di blog keroyokan semisal, di Kompasiana dan Seword.
Bangga Menjadi Narablog
Sebelum saya menjawab pertanyaan siswa ataupun siswi tersebut, saya selalu bercerita bahwa menjadi narablog itu bukanlah pekerjaan segampang membalikkan tangan kita ini, butuh proses, waktu, kesabaran, kegigihan dan pantang menyerah, selalu belajar untuk membuat tulisan yang kreatif, inovatif dan menarik pembaca dunia maya.
Selain itu, topik yang menarik harus tetap kita sajikan agar tulisan kita diminati, belajar menulis yang baik agar tulisan kita renyah, enak dibaca dan mudah di cerna oleh pembaca.
Saya selalu katakan, “Menjadi narablog itu, ibarat seperti membangun rumah, harus mampu membuat rumah yang baik, nyaman, desain rumah yang menarik, nyaman, dan dibangun dengan pondasi yang kuat, sehingga orang yang datang akan betah dan enjoy ketika mengunjungi rumah kita!”.
Nah, pengalaman saya menjadi narablog seperti itu juga, pertama kali terjun ke dunia blog sekitar sepuluh tahun yang lalu, www.blogger.com, media blogger yang lagi booming kala itu, sedikit memaksa saya untuk harus memiliki blog, dengan sekedar hanya sebagai contoh bahan atau materi pelajaran kepada peserta didik yang akan belajar tentang blog.
Akan tetapi, lama kelamaan, ternyata itulah awal jalan saya untuk aktif mengelola dan memposting tulisan di blog. Nah, kebetulan juga saya dikenalkan oleh seorang sahabat dengan blog keroyokan bernama www.kompasiana.com, blog menampung tulisan media warga (citizen media) dengan menyediakan berbagai konten yang memudahkan pengirim berita – lazim disebut Kompasianer – mengirimkan artikelnya, juga bagi pembaca dalam memilah konten apa yang akan dibacanya.
Jadilah saya belajar lebih lagi dalam menulis artikel yang saya sukai menjadi lebih menarik dan disukai pembaca nantinya, juga mengelola blog yang saya buatkan di www.blogger.com. Tetapi seiring waktu, saya sering gonta-ganti blog, hingga akhirnya saya berlabuh dan menetapkan akan terus menggunakan blog bernama : http://pbmagoes.blogspot.com/.
Seiring waktu, saya mencoba mengisi blog saya dengan artikel tentang pendidikan, informasi tentang komputer, tips dan trik, travelling, cara mengolah masakan khas daerah, kebudayaan daerah, hingga mencoba peruntungan dengan mengikuti lomba-lomba blog. Walau blog yang saya suguhkan masih tergolong sederhana, tapi saya bangga menjadi narablog dengan artikel yang saya suguhkan.
Juara Blog Competition Kuliner Nusantara
Ternyata seiring waktu juga apa yang saya suguhkan di blog http://pbmagoes.blogspot.com/ mampu memberikan manfaat dan mampu menggugah hati para juri ketika saya menyertakan link blog saya di lomba-lomba blog. Di tahun 2018 tercatat saya dua kali mendapat penghargaan karena menang dalam lomba blog.
Pertama, awal tahun 2018, dimana ketika itu saya mendapat predikat juara I lomba menulis bertemakan #JadiKangenIbu, kompetisi berbagi cerita dan foto kuliner yang bikin kita jadi kangen ibu. Tulisan saya berjudul “Masakan Khas Manuk na Pinadar dan Nasi‘Pollong’ ini Buat Aku Kangen Ibu” mendapat apresiasi dari Juri, saya mendapat hadiah Rp. 2.500.000 + produk sponsor. 
Juara I Lomba Menulis #JadiKangenIbu dengan Masakan Khas Batak sumber: dokpri
Senang sekali, kemampuan saya merangkai bumbu-bumbu masakan khas ibu, plus dengan kalimat mengapa saya kangen dengan ibu jika merasakan masakan khas Batak ini telah memberikan hasil terbaik di awal tahun 2018.
Prestasi ini melecut diri saya untuk terus belajar menulis. Saya tidak puas dengan hasil tersebut, malah makin bersemangat untuk kembali mengikuti lomba menulis dengan tema, “Berbagi Nikmatnya Ragam Kuliner Nusantara” yang diadakan oleh Liputan6.com bersama Pertamina, dimana kita diajak untuk menuliskan treveling seru dan paling berkesan di blog pribadi.
Dan saya akhirnya terpilih menjadi salah satu pemenang dengan judul tulisan di blog, Nikmatnya Kuliner Nasi Kuning Berpadu Manuk Na Pinadar, SenikmatPemandangan Danau Toba yang berhasil mendapatkan total hadiah Rp 1.500.000.
Berkat di tahun 2018 semakin terasa ketika tulisanku berjudul PagarKawat Berduri, Film Sarat Sejarah Murni Hasil Restorasi Anak Bangsa, tulisan yang mengulas film nasional yang diproduksi tahun 1961 oleh Kedjora dan disutradari oleh Asrul Sani, mengisahkan tentang perjuangan para pejuang-pejuang Republik Indonesia di kamp Belanda sebelum kemerdekaan. Tulisannya bisa di lihat disini!