Tampilkan postingan dengan label BloggerCompetition. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BloggerCompetition. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2020

Saatnya Perkuat Pendidikan Bagi Perempuan, Wujudkan Kesetaraan Gender di Indonesia


Penguatan Pendidikan Perempuan Indonesia Harus Benar-Benar Terwujud Menuju Indonesia Sejahtera


Dari kaum perempuanlah manusia itu pertama-tama menerima pendidikan. Di pangkuan perempuanlah seseorang mulai belajar merasa, berpikir, dan berkata-kata
Sepenggal kalimat dalam surat Raden Ajeng Kartini, pelopor pejuang emansipasi perempuan Indonesia membuat sebuah tuntutan adanya persamaan martabat dan derajat antara laki-laki dan perempuan. Di masa hidupnya, Raden Ajeng Kartini melihat dan merasakan sendiri bagaimana pahitnya kehidupan perempuan, terkhusus dalam hak mendapatkan hak pendidikan.
Aslinya, pendidikan di zaman itu khusus hanya untuk perempuan-perempuan berdarah biru alias kaum bangsawan. Hingga Raden Ajeng Kartini sendiri mengubur mimpinya untuk mendapatkan beasiswa belajar kejuruan di Belanda. Dia dan Roekmini, adiknya akhirnya gagal belajar ke Belanda. Kartini menikah dengan Bupati Rembang, Raden Adipati Djojo Adiningrat.
Kegagalan Raden Ajeng Kartini untuk belajar di Belanda dan di berbagai tempat seperti cita-citanya tidak mungkin terkabulkan karena adanya kekangan dan batasan-batasan dari orangtuanya.
Diskriminasi hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan inilah yang mencoba di hancurkan oleh Kartini lewat gagasan dan idenya yang dia tuangkan dalam bentuk tulisan dan surat-surat yang dia kirim ke sahabat-sahabatnya, khususnya Mr Abendanon yang akhirnya menerbitkan surat-surat Kartini menjadi buku berjudul “Door Duisternis Tot Licht” (Melalui Alam Gelap Menuju Dunia Terang), terbit April 1911.
Lantas bagaimana hasil perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam menuntut kesetaraan hak dan kewajiban, terutama dalam hal pendidikan bagi kaum perempuan? Apa hasil perjuangan untuk mendapatkan hak pendidikan bagi kaum perempuan selama kurang lebih 116 tahun usai wafatnya Raden Ajeng Kartini? Apakah seluruh perempuan Indonesia sudah mendapatkan hak pendidikannya?
Pendidikan untuk perempuan belum sepenuhnya dilaksanakan hingga ke pelosok-pelosok nusantara. Masih banyak kita lihat kasus-kasus diskriminasi pendidikan terhadap kaum perempuan tanah air. Padahal sejatinya, pendidikan adalah kunci menuju sukses, apalagi khusus untuk perempuan yang bakal menjadi ibu dari anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini.
Ibu yang berpendidikan pastinya akan tau bagaimana mengarahkan anak-anak mereka menjadi anak yang berpendidikan tinggi, bermartabat, memiliki pendidikan karakter yang baik, hingga mampu menjadi pemimpin Indonesia di masa yang akan datang.
Sejatinya, lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama, karena dalam keluarga inilah anak mendapatkan pendidikan dan bimbingan. Disamping itu, keluarga merupakan wadah pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika suasana dalam keluarga itu baik dan menyenangkan, maka anak akan tumbuh dengan baik pula.
Keluarga merupakan wahana yang mampu menyediakan kebutuhan biologis dari anak, dan sekaligus memenuhi kebutuhan pendidikan bagi mereka, sehingga menghasilkan pribadi-pribadi yang dapat hidup dalam masyarakat sambil menerima dan mengolah serta mewariskan kebudayaan.
Orang tua bertanggung jawab penuh terhadap pendidikan anak dalam keluarga sejak lahir hingga mereka menemukan jati diri mereka dan bertanggung jawab atas tindakan mereka nantinya.
Ibu adalah orangtua pertama dan utama dalam keluarga, sehingga peranannya sangat vital dan seharusnya dengan modal pendidikan yang mumpuni, baik itu formal ataupun pelatihan-pelatihan yang profesional, bahkan pendidikan kejuruan yang begitu pernah diidam-idamkan oleh Raden Ajeng Kartini harus benar-benar direalisasikan demi terwujudnya perempuan Indonesia yang tangguh dan berpendidikan yang mampu mengatasi segala permasalahan baik itu di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Karena bukan rahasia umum lagi bahwa mewujudkan keluarga yang bermartabat itu ketika seorang ibu dapat menutupi kekurangan akan kebutuhan rumah tangga, khususnya masalah ekonomi. Sebab, runtuhnya atau goyangnya sebuah keluarga ditenggarai oleh ketidakmampuan keluarga mengatasi masalah keuangan, karena keluarga telalu mengandalkan suami.
Ibu dan Anak, Ibu Harus Tangguh dan Berpendidikan, Sehingga Bisa Mendidik Anak dengan Baik
Nah, sudah saatnya kolaborasi penting antar semua stakeholder pendidikan semakin diberdayakan, sehingga menguatkan tekad untuk lebih meningkatkan pendidikan perempuan sebagai ujung tombak penguatan karakter sumber daya manusia Indonesia, khususnya generasi muda bangsa menuju Indonesia maju.
Penguatan pendidikan bagi kaum perempuan sangatlah penting sehingga perempuan Indonesia tidak hanya menjadi pekerja di dapur, bahkan hanya menjadi tenaga kerja wanita di luar negeri yang mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari majikan mereka. Kesetaraan gender seperti yang di impikan oleh Raden Ajeng Kartini harus benar-benar nyata adanya di seluruh pelosok tanah air.
Untuk mewujudkan penguatan pendidikan bagi kaum perempuan, maka dibutuhkan komitmen dari seluruh pihak, tidak terkecuali oleh laki-laki sebagai mitra dan juga sebagai kepala keluarga untuk memberikan ruang bagi perempuan dalam berkreasi dalam mendapatkan pendidikan.
Seperti yang dilakukan oleh EduCenter, sebagai mall edukasi pertama di Indonesia yang menyadari betapa pentingnya pendidikan untuk mendukung penyetaraan gender serta menguatkan peran perempuan di masyarakat luas, dengan memberikan motivasi agar semua pihak membantu demi tercapainya penguatan pendidikan bagi kaum perempuan di seluruh tanah air.

Minggu, 09 Februari 2020

Tahun Baru, Impian Baru Keluarga Bersama Smart TV Coocaa


Impian Mendapatkan Smart TV Coocaa Demi Kehangatan Keluarga

Media hiburan yang paling baik untuk keluarga itu pastinya layar televisi. Keberadaan televisi dalam sebuah keluarga sangat membantu dalam mengumpulkan anggota keluarga untuk duduk bersama bergembira dengan sajian-sajian dari media televisi yang menyiarkan tayangan-tayangan berkualitas pilihan bersama anggota keluarga.
Di tahun 80-an ketika televisi masih warna hitam-putih, suatu kebanggaan bisa berkumpul untuk menonton dan menyimak siaran-siaran berita, karena zaman itu yang booming memang satu stasiun televisi milik pemerintah. Lalu seiring waktu, muncul stasiun-stasiun televisi yang semakin memberi warna serta pilihan saat berkumpul dengan keluarga.
Pastinya, bentuk televisi mengalami evolusi sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Kini bentuk televisi sudah semakin canggih dan komplet. Jika saya pertamakali melihat televisi tahun 80-an yang terpampang di rumah bentukya tebal dan lebar, tombolnya juga berbentuk lebih frontal hingga makan tempat yang banyak? Maka kini, kita jumpai televisi berbentuk LED (Light Emitting Diode), juga televisi yang memiliki tampilan berlengkung (Curved Display) dan memiliki kualitas gambar setara UHD TV atau SUHD TV, juga berdimensi besar.
Keunggulan Produk Coocaa 50S5G
Nah, kini hadir kembali inovasi terbaru dari jenis televisi yang akan menghiasi suasana kumpul bersama keluarga tercinta dengan kehadiran televisi pintar atau Smart TV bermerek Coocaa yang diproduksi oleh Skyworth Group, sebuah perusahaan elektronik asal Tiongkok yang baru merilis produk terbaru unggulannya, yaitu Coocaa 50S5G dan Coocaa Android TV.

Produk Coocaa Indonesia ini sangat direkomendasikan sebagai televisi terbaik. Smart TV bermerek Coocaa adalah rekomendasi TV LED masa kini yang harus kita miliki. Kenapa? karena Smart TV Cooca Indonesia sudah lengkap, dilengkapi dengan fitur-fitur yang memudahkan kita dalam berkomunikasi atau menggunakan siaran-siaran yang bermanfaat bagi anak dan anggota keluarga kita lainnya.
Penasaran dengan produk-produk terbaru dari Coocaa Indonesia ini, maka saya browsing di internet dan hasilnya?
Untuk produk Coocaa 50S5G, saya cukup tercengang juga karena harga televisi berukuran 50 inci, umumnya dibanderol dengan harga 10 juta rupiah bahkan lebih, ternyata Coocaa Indonesia hanya membanderolnya dengan harga Rp. 6,5 juta rupiah. Khusus apabila kita belanja online maka kemungkinan harga masih bisa turun sedikit.
Tampilan TV Coocaa yang sangat menarik dan pengen memilikinya
Tidak hanya itu, selama ini produk Smart TV didominasi oleh merek televisi dari vendor yang sudah melegenda, sebut saja Samsung, LG, dan Sharp, Sony, Panasonic, serta merek lainnya.
Coocaa jelas penantang baru. Bicara desain, Coocaa 50S5G hadir dengan desain bezel yang sangat tipis. Saya sangat tertarik dengan desainnya yang sangat premium, meskipun sebagian besar material yang melekat di bagian luarnya adalah plastik.
Mengingat harganya, saya sangat terkejut, karena Coocaa 50S5G sudah menawarkan dukungan resolusi 4K UHD dan HDR 10. Kualitas gambarnya pastinya bikin kita puas, walaupun belum mendapatkan kualitas warna hitam sejati atau true black seperti di televisi mewah ternama tadi.
Fitur-Fitur yang ada pada Smart TV Coocaa 50S5G
Lantas saya lebih googling lagi dan dari sumber terpercaya bernama medcom.id, saya mendapatkan informasi bahwa kualitas kecerahan dan ketajaman warna yang dihasilkan, memanfaatkan YouTube dengan berbagai video yang tampil pada resolusi 4K. Sebagai sebuah TV pintar dengan harga yang terjangkau,Coocaa 50S5G bisa menghasilkan ketajaman warna yang cukup baik.
Kualitas audionya juga memuaskan. Coocaa 50S5G sudah membenamkan dukungan teknologi Dolby dan DTS. saat mencoba menonton film dan bermain game, speaker yang terpasang di belakangnya bisa menghasilkan kualitas yang memadai untuk sebuah smart TV. Dalam beberapa skenario penggunaan, speaker ini bisa menghasilkan efek bass yang pas.
Kecanggihannya sebetulnya terletak di kemampuan Smart TV Coocaa 50S5G. Televisi ini mengadopsi sistem operasi Android 7.0 yang menyediakan fitur Google Assistant yang bisa diakses lewat remote, sehingga Anda bisa menggunakan perintah suara lewat mikrofon di remote tadi setelah koneksi Bluetooth yang tersedia dilakukan pairing dengan televisi.
Apabila remote belum melakukan Bluetooth pairing, Anda harus mengarahkan remot ke sensor berupa lampu berwarna hijau di sudut kanan televisi dan tidak bisa menggunakan perintah suara.
Remote Control dari TV Coocaa
Remote Coocaa 50S5G hadir dengan desain serupa remote televisi analog, hanya saja tersedia tombol mikorofon di bagian atas serta tombol akses pintas Netflix dan Google Play. Saat mengakses kedua layanan tersebut tampilan antarmukanya masih sama seperti antarmuka di smartphone.
Coocaa tidak menyebutkan prosesor yang ditanamkan, tapi disebutkan mereka menggunakan CPU Cortex-A53 quad-core dan GPU Mali T820 yang didukung RAM 2,5GB dan memori internal 16GB yang bisa ditambahkan dengan sejenis HDD eksternal.
Berdasarkan response fitur perintah suara Google Assistant dan membuka beragam aplikasi diCoocaa 50S5G, produk ini mampu melakukan semuanya dengan lancar, tidak terasa lambat sama sekali. Medcom.id sempat mengujinya untuk bermain game dari Google Play dan perubahan yang terjadi hanya dari segi resolusi grafis game yang menjadi pecah. Anda bisa melihat videonya disini.
Hal ini wajar mengingat game tersebut awalnya dimainkan untuk format ukuran layar smartphone. Saat digunakan untuk bermain konsol seperti PS4,Coocaa 50S5G secara otomatis mampu mendeteksi source input mana yang terhubung dengan perangkat lainnya.
Semuanya bisa, Koneksi Internet dan Port Lainnya...TV Coocaa Sudah Sangat Melengkapi Kebutuhan Televisi Kita Bersama Keluarga Tercinta
Untuk konektivitas, tersedia built-in Wi-Fi Dual Band (2,4GHz dan 5GHz), AV Input, port LAN, tiga port HDMI, dan dua port USB. Kehadiran fitur built-in WiFi membuat penggunanya tidak perlu menarik kabel LAN untuk menghubungkan internet namun cukup dianjurkan apabila sewaktu-waktu kualitas WiFi buruk. Kehadiran fitur WiFi Dual Band juga sangat menarik karena serupa dengan fitur router premium saat ini di pasar.