Tampilkan postingan dengan label iklim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iklim. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2020

Observasi Berkala Sungai Deli untuk Mengetahui Dampak Kualitas Air Akibat Perubahan Iklim



Pengambilan Sampel Air Sungai Deli untuk Diteliti. Dokpri
Kota Medan disebut juga “Bandar Melayu” merupakan kota metropolitan dan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Surabaya dan Bandung. Sedikitnya ada sembilan sungai besar yang melintasi kota Medan, diantaranya adalah sungai Belawan dan Sungai Deli.
Sungai Deli merupakan salah satu sungai terbesar yang melewati tiga wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) di kota Medan. Hulu sungai Deli ini ada di kaki Gunung Sibayak yang dipenuhi dengan pemandian air panas Raja Bernegh di Kabupaten Karo, lalu melintas ke sungai yang ada di Kabupaten Simalungun, melewati Deli Serdang dan Serdang Bedagai, lalu mengalir ke tengah-tengah kota Medan sebagai hilir dari sungai ini.
Lalu mengalir, hingga bermuara di laut Belawan dengan panjang 76 kilometer. Inilah sekilas gambaran dari sungai Deli dan mengapa dikatakan bahwa sungai Deli merupakan sungai terpanjang dan sungai kebanggaan kota Medan.
Nah, sungai Deli ini melintas dan tepat berada di belakang gedung sekolah tempat saya bertugas di SMAN 13 Medan. Aliran sungai ini sangat deras, sehingga dulu awal mula berdirinya sekolah ini ada korban jiwa oleh derasnya aliran sungai ini, sehingga batas antara sungai dengan sekolah dibangun tembok tinggi.
Dan sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab warga sekolah untuk melestarikan sungai ini agar tetap bersih dan dapat digunakan oleh warga setempat sebagai alternatif untuk air minum di masa depan, tidak hanya sekedar tempat mandi, cuci, kakus. Bahkan, ironisnya sungai Deli sudah menjadi tempat pembuangan sampah, limbah rumah tangga, bahkan limbah industri yang ada disekitar aliran sungai Deli.
Siswa SMAN 13 Medan Berusaha Membersihkan Sampah yang Menghambat Aliran Masuk ke Kanal. Dokpri

Berkampanye Kepada Warga Sekitar Agar Menjaga Sungai Deli
Kali ini saya mencoba membagikan kegiatan yang sering kami lakukan dari tahun ke tahun sebagai warga sekolah yang ada di sekitar sungai Deli untuk melestarikan dan menjaga sungai Deli dari pencemaran lingkungan. Cara pertama, adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat di sekitar lingkungan aliran sungai Deli agar tidak membuang sampah ke sungai.
Bergotong-royong dengan masyarakat sekitar untuk membersihkan sungai Deli dari sampah. Saat “Jum’at Bersih” kegiatan bersih-bersih di lingkungan sekolah, kami membaur dengan masyarakat untuk membersihkan daerah aliran sungai Deli yang melintas dari pembuangan sampah rumah tangga warga sekitar..
Penelitian Air Sungai Deli
Kedua, dengan pendekatan imliah, dimana kami mengadakan penelitian dan pengamatan terhadap kualitas air sungai Deli dengan menggunakan Indikator World Water Monitoring Day, dimana alat buatan Lamotte Company yang bekerjasama dengan ENO (Environment Online) menghadiahkan alat-alat penelitian kualitas air tersebut ke sekolah kami.
Alat Untuk Meneliti Air Sungai Deli, Benarkah Iklim Mempengaruhi Kualitas Air. Dokpri

Lantas bagaimana cara mengetahui kualitas air sungai Deli? Apakah perubahan iklim berdampak pada kualitas air sungai Deli?
Menurut ahli, Kualitas Air adalah suatu ukuran kondisi kualitatif air yang diukur dan/atau di uji berdasarkan parameter-parameter tertentu dan metode tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 1 keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 115 tahun 2003).
Kualitas air juga menunjukkan ukuran kondisi air relatif terhadap kebutuhan biota air dan manusia. Kualitas air sering menjadi ukuran standar terhadap kondisi kesehatan ekosistem air dan kesehatan manusia terhadap air minum.
Tablet dan Tabung Uji Oksigen dari ENO. Dokpri

Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu (O-fish, 2010). Lantas bagaimana kualitas air sungai Deli, khususnya pada tingkat: (1) Tingkat Kelarutan Oksigen (DO), pH air sungai dan tingkat kekeruhan (turbidity)-nya dan informasi terbaru kualitas air sungai Deli. (2) Untuk memberikan perbandingan hasil penelitian dari tahun sebelumnya, sehingga masyarakat mengetahui kualitas air sungai Deli.
Parameter
Tanggal
Lokasi
Suhu Udara
Turbidity
Suhu Air
Kelarutan Oksigen (DO)
pH
02-03-2020
Sungai Deli sekitar SMAN 13 Medan
340C
40 JTC
280C
2 mg/1
8

Berdasarkan hasil pengamatan, maka terlihat bahwa hasil dari DO (Dysolved Oxygen) atau Kelarutan Oksigen air sungai Deli setelah diukur dengan memasukkan 2 tablet indikator dari Lamotte Company kedalam tabung, setelah larut maka terlihat perubahan warna pada air menjadi merah muda lembut. 
Siswa sedang asyik melakukan penelitian untuk mengetahui kualitas air sungai Deli. Dok.pri

Warna merah muda lembut, menunjukkan bahwa Kelarutan Oksigen pada skala 0 – 4 mg/l atau 0 – 4 ppm, yang artinya menurut Jeffries/Mills (1996) bahwa kualitas air berdasarkan Oksigen Terlarut pada skala 2,0 – 4,4 mg/l status Kualitas Air tercemar sedang. Dengan demikian maka kesimpulan air sungai Deli dikategorikan mengalami pencemaran sedang.
Keadaan air sungai Deli juga belum mengeluarkan bau busuk, artinya menurut Soemarwoto (2004) apabila air belum mengeluarkan bau busuk, berarti kelarutan oksigen masih baik dan mikroorganisme belum melakukan fermentasi atau pernafasan anaerob untuk menguraikan senyawa organik yang ada di dalamnya.
Mengetahui pH, Turbidity dan Kadar Oksigen serta Suhu Air Sunga Deli. Dok.pri

Sementara Turbidity (Kecerahan/Kekeruhan) air sungai Deli setelah diukur dengan indikator yang dikeluarkan oleh Lamotte Company ada pada level 0 -40 NTU (Nephelo Metrix Turbidity Unit) atau JTU (Jackson Turbidity Unit atau FTU (Formazin Turbidity)), artinya air sungai Deli dikategorikan baik, karena stiker masih terlihat jelas, artinya air sungai Deli belum mengandung zat-zat berupa pasir halus, tanah liat dan lumpur alami yang merupakan bahan-bahan anorganik atau organik yang melayang-layang di dalam air.
Hasil pH air sungai Deli menunjukkan angka diantara 7 dan 8 (lebih mendekati angka 7), menunjukkan lingkungan air ang masam, sedangkan nilai diatas 7 menunjukkan lingkungan air yang basa. Untuk pH = 7 disebut masih netral (Hardjojo dan Djokosetiyanto, 2005). Air dengan pH < 4 merupakan air yang sangat asam dan dapat menyebabkan kematian makhluk hidup, sedangkan pH > 9,5 merupakan air yang sangat basa dan dapat menyebabkan kematian dan mengurangi produktivitas air.
Mengambil Sampel Air. Dok.pri

Menurut penelitian, air basa (7 – 9) merupakan air yang produktif dan berperan mendorong proses perubahan bahan anorganik dalam air menjadi mineral-mineral yang dapat diasimilasi oleh fitoplankton. Dengan demikian air sungai Deli dengan pH berkisar antara 7 – 8 masih dikategorikan baik, karena pH berbanding terbalik dengan kelarutan CO2.
Menguji Suhu Air Sungai Deli
Air sungai Deli juga diambil untuk diuji bagaimana pengaruh suhu pada kualitas air sungai. Pada saat diambil, pada indikator memperlihatkan suhu 280C. Suhu air berkorelasi dengan DO. Menurut Brown  dan Gratzek, jika batas suhu yang  mematikan  terlampaui,  maka  akan  menyebabkan  ikan  dan  hewan  air lainnya mati. Kenaikan  suhu  perairan juga  menurunkan  oksigen terlarut dalam  air, memberikan pengaruh langsung terhadap aktivitas ikan disamping akan menaikkan  daya racun  suatu  polutan  terhadap organisme perairan.
Suhu air sungai Deli, masih aman untuk digunakan. Dok.pri

Kinne juga menyatakan bahwa suhu  air  berkisar antara 350C s/d 400C merupakan  suhu  kritis  bagi  kehidupan  organisme yang dapat menyebabkan kematian. Menurut Gery Anto, suhu yang baik untuk pemeliharaan ikan berkisar antara 25 – 31ºC.